Perempuan Ini Beli Sebuah Pulau di Sulawesi Selatan, Penjualnya Berurusan dengan Polisi?

Suriadi
Suriadi

Minggu, 31 Januari 2021 02:01

Asdianti, seorang perempuan yang membeli pulau di Sulawesi Selatan, Foto ini adalah dokumentasi pribadinya yang diambil dari akun Facebooknya || Trotoar.id
Asdianti, seorang perempuan yang membeli pulau di Sulawesi Selatan, Foto ini adalah dokumentasi pribadinya yang diambil dari akun Facebooknya || Trotoar.id

TROTOAR.ID – Seorang perempuan bernama Asdianti membeli sebuh pulau di Sulawesi Selatan, tepatnya Pulau Lantigiang, Kecamatan Takabonerate, Kepulauan Selayar.

Awalnya, Asdianti membeli pulau tersebut dari salah seorang warga Kepulauan Selayar bernama Syamsu Alam, seharga Rp900 juta.

20210131 013814
Pulau Lantigiang jika dilihat dari Google Maps | Trotoar.id

Menurut informasi, Syamsu Alam menjual pulau Lantigiang lantaran merasa bahwa pulau tak berpenghuni itu adalah miliknya, sehingga Asdianti tertarik untuk membelinya lalu ia memberikan uang muka sebesar Rp10 juta kepada Syamsu Alam.

Syamsu Alam mengklaim pulau tersebut karena dahulu pulau itu dikuasai dan ditinggali oleh neneknya. Padahal, Pulau Lantigiang termasuk dalam kawasan taman nasional.

“Pulau Lantigiang masuk dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate (Kepulauan Selayar),” kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato, Nur Aisyah Amnur, kepada dari Kompas, Sabtu (30/1).

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Paur Humas Polres Kepulauan Selayar, Aipda Hasan. Kepolisian juga melakukan pemeriksaan kepada tujuh saksi, “Kami telah memeriksa Kepala Dusun Jinato Asryad. Masih ada saksi yang belum diinterogasi, seperti Kepala Desa Jinato Abdullah dan Sekdes Jinato Rustam,” kata Hasan kepada media, Sabtu (30/1).

Siapa Asdianti?

Dari profil LinkedIn Asdianti, dia merupakan Direktur PT Selayar Mandiri Utama dan Takabonerate Dive Resort. 

Asdianti juga pernah menjadi sales consultant perusahaan Baso Bali Property. Jika tak heran ia mampu membeli pulau.

Ia kerap kali melakukan perjalanan ke luar negeri dan melakukan aktivitas yang tak bisa dilakukan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. (*)

Penulis : Alam/Trotoar.id

 Komentar

Berita Terbaru
Metro19 Oktober 2026 19:41
Pemkot Makassar Gandeng UI dan Unhas, Siapkan ASN dan Pelajar Hadapi Tantangan Kota Global
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar membuka peluang kolaborasi dengan Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) ...
Politik19 Oktober 2026 18:32
IAS Bentuk 11 Korwil Golkar Sulsel, Musda Kabupaten/Kota Ditarget Rampung Akhir 2026
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mulai mempercepat konsolidasi organisasi dengan mem...
Metro19 Oktober 2026 15:53
Digitalisasi PBG Dongkrak Retribusi Makassar Rp21,38 Miliar, Baru 37 Persen Bangunan Teridentifikasi Berizin
MAKASSAR, Trotoar.id — Digitalisasi perizinan bangunan mulai menunjukkan hasil bagi Pemerintah Kota Makassar. Hingga Oktober 2026, realisasi retribu...
Parlemen19 Oktober 2026 15:46
Marthen Rantetondok Apresiasi Multiyears Pemprov Sulsel, Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Toraja dan Luwu
MAKASSAR, Trotoar.id — Pembangunan infrastruktur jalan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ...