Pemkot Makassar

Lama Tak Produktif, Munafri Siapkan Transformasi RPH Tamangapa Jadi Kawasan Pertanian-Peternakan Terintegrasi

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 02 September 2026 23:36

Lama Tak Produktif, Munafri Siapkan Transformasi RPH Tamangapa Jadi Kawasan Pertanian-Peternakan Terintegrasi
9 / 100 Skor SEO

MAKASSAR, Trotoar.id —Pemerintah Kota Makassar menyiapkan transformasi kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa, Kecamatan Manggala, menjadi kawasan produktif yang mengintegrasikan sektor peternakan, pertanian, teknologi, hingga pengolahan sampah.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung area terbuka RPH Tamangapa, Rabu (2/9/2026), untuk melihat kondisi aset sekaligus memastikan rencana optimalisasi kawasan tersebut.

Didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar Aulia Arsyad, Munafri melihat sejumlah area RPH yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.

Menurutnya, aset pemerintah dengan luasan dan potensi besar tidak seharusnya dibiarkan idle tanpa memberikan manfaat ekonomi bagi daerah maupun masyarakat.

“Kita akan memaksimalkan kembali ini RPH. Dalam kondisi hari ini, RPH akan sangat sulit untuk bergerak dengan keterbatasan anggaran yang mereka miliki,” ujar Munafri.

Ia menegaskan, optimalisasi RPH Tamangapa merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Makassar untuk mengaktifkan kembali aset-aset daerah yang belum produktif.

Baca Juga  Resmob Panakkukang Bongkar Bisnis "Anu Enak Sayang"

Bagi Munafri, aset pemerintah tidak hanya harus dipelihara, tetapi juga didorong agar mampu memberikan nilai tambah dan mendukung peningkatan pendapatan daerah.

“Sayang sekali aset-aset kita yang begitu besar, yang banyak gunanya itu idle seperti ini. Ini yang akan kita dorong terus, dalam rangka pemanfaatan aset daerah untuk bisa memberikan tambahan income buat daerah,” tegasnya.

Tidak hanya berorientasi pada pendapatan daerah, pengembangan kawasan tersebut juga diharapkan memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja.

Munafri meyakini, ketika aktivitas RPH dan kawasan pendukungnya kembali berjalan secara optimal, peluang ekonomi baru akan terbuka bagi masyarakat.

“Kalau ini aktif, angkatan kerja pasti akan terserap dengan baik,” katanya.

Bukan Sekadar RPH

Munafri mengungkapkan, konsep pengembangan RPH Tamangapa ke depan tidak hanya diarahkan untuk menghidupkan kembali fungsi pemotongan hewan.

Kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai kawasan percontohan produktif dan terintegrasi, dengan menggabungkan aktivitas peternakan, pertanian modern, serta pengelolaan sampah.

Baca Juga  Wali Kota Makassar Dorong Produk UMKM Lokal Tembus Pasar Global

Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah greenhouse yang akan dibangun oleh DP2 Kota Makassar.

Greenhouse tersebut akan menjadi bagian dari zona pertanian terintegrasi yang memanfaatkan teknologi, termasuk Internet of Things (IoT), untuk mendukung pengelolaan pertanian yang lebih modern dan efisien.

“Dari DP2 akan membangun greenhouse di sini. Ada zona pertanian terintegrasi yang akan dibangun di sini,” jelas Munafri.

Konsep tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi ruang percontohan bagi penerapan teknologi dalam pengembangan pertanian perkotaan.

Selain greenhouse, Pemkot Makassar juga menyiapkan pembangunan rumah maggot di kawasan tersebut.

Fasilitas ini ditargetkan mampu mengolah sekitar 7,2 ton sampah setiap bulan, khususnya sampah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot.

Pengembangan rumah maggot tersebut menjadi bagian dari konsep ekonomi sirkular, di mana sampah tidak semata-mata dibuang, tetapi diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Baca Juga  TDA Makassar Siapkan UMKM Masuk Bisnis Sampah, Munafri: Jangan Lagi Lihat Sampah Hanya untuk Dibuang

“Maggot juga, perencanaannya akan membuat rumah maggot itu bisa menghabiskan kurang lebih 7,2 ton per bulan sampah. Artinya, di sini akan kita jadikan percontohan dari pemerintah yang mudah-mudahan ini bisa diikuti oleh masyarakat yang ada di Kota Makassar,” ungkap Munafri.

Dengan konsep tersebut, kawasan RPH Tamangapa diarahkan menjadi satu ekosistem produktif yang mempertemukan peternakan, pertanian, teknologi dan pengelolaan sampah dalam satu kawasan.

Munafri berharap model tersebut nantinya tidak berhenti sebagai proyek pemerintah, tetapi dapat menjadi contoh yang bisa direplikasi masyarakat maupun kawasan lain di Kota Makassar.

“Konsep kawasan terintegrasi ini akan terus kita kembangkan sehingga masyarakat bisa melihat langsung bagaimana pertanian, peternakan, pengelolaan sampah dan aset daerah bisa berjalan bersama dan memberikan manfaat,” pungkasnya. (*)

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Politik22 Oktober 2026 22:10
Peringati HUT ke-62, Golkar Sulsel Gelar Donor Darah di Pesta Rakyat, Targetkan 100 Kantong
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Memeriahkan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, DPD I...
Daerah22 Oktober 2026 16:51
Viral Bayi Nakla, Pemkab Bulukumba Pastikan Perhatian dan Pendampingan bagi Keluarga
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO BULUKUMBA, Trotoar.id — Kondisi bayi Nakla yang tengah menjalani perawatan medis setelah mengalami sak...
Metro02 September 2026 23:36
Lama Tak Produktif, Munafri Siapkan Transformasi RPH Tamangapa Jadi Kawasan Pertanian-Peternakan Terintegrasi
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya Pemerintah Kota Makassar memperluas perlindungan jaminan sosial bagi peker...
Politik22 Oktober 2026 12:37
AMPI Sulsel Rekomendasikan Andi Nurhaldin NH Maju sebagai Ketua Golkar Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Dinamika menuju pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mengemu...