TROTOAR.ID – Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo, merespon polemik lelang jabatan eselon II Pemerintah Kota Makassar.
Menurutnya, proses lelang ini sangat-sangat dipaksakan dan menimbulkan banyak pertanyaan.
“Saya kira itu berpotensi cacat prosedural. Jika saya jadi ASN, tidak akan ikut [lelang jabatan] karena pasti akan menggugurkan proses dan hasilnya,” kata dia.
Baca Juga :
Ia mengatakan bahwa Danny-Fatma ketika usai dilantik, maka Wali Kota terpilih ini bisa menggugurkan jabatan yang telah dilelang oleh Pj Wali Kota Rudi Djamaluddin.
“Pak Danny yang pegang kuasa di situ [usai pelantikan],” kata politisi Nasdem ini kepada trotoar.id, Senin (8/2)
Sehingga Rudianto Lallo menyimpulkan bahwa yang dirugikan dari lelang jabatan ini adalah ASN. “Makanya bahasa saya kalau ASN tidak akan ikut [lelang jabatan],”
Ia menguraikan, pertama, ada surat edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebutkan bahwa tidak ada lagi proses mutasi. Kedua, rekomendasi KASN ditegaskan harus berkoordinasi dengan Wali Kota terpilih, jikalau ingin melakukan lelang.
“Pertanyaannya ada tidak koordinasi? Sementara dibuka lelang, harusnya koordinasi dulu baru dibuka lelang,” kata dia.
Yang dirugikan pada persoalan ini adalah ASN, “Pak Rudi Djamaluddin tidak dirugikan karena dia kembali jadi Kadis PU Provinsi Sulsel [setelah lepas masa tugasnya sebagai Pj Wali Kota]. Jabatan Sekwan DPRD Kota Makassar [juga dilelang], pasti jadi persoalan baru,” beber dia. (*)



Komentar