TROTOAR.ID – Para pekerja Hiburan Malam di Kota Makassar, melayangkan sikap tegasnya atas penolakan terhadap pemberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Makassar.
Aksi kali ini berlangsung di Balaikota Makassar, dengan dipimpin oleh Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) Kota Makassar, Zulkarnain Ali Naru.
Para pekerja yang oposisi terhadap aturan PPKM tersebut protes dengan memainkan musik DJ diikuti goyangan para demonstran layaknya dalam sebuah ruangan tempat hiburan malam.
Baca Juga :
Zulkarnain Ali Naru menutut agar aturan PPKM dicabut. Pasalnya ia menilai penerapannya sama sekali tidak adil dan mendiskriminasi pelaku usaha.
“Perlu kita ketahui, tempat hiburan itu ada yang buka jam 8 malam tutup jam 10, itu kan tidak efektif,” terangnya.
Dalam pembahasan aturan ini, Zulkarnain mengaku terlibat sebatas mendengarkan akan tetapi tidak ada solusi.
“kita cuman diundang mendengarkan. Kita punya keluhan, tidak ditanggapi,” katanya.
Lanjut dia, THM resmi di Makassar setidaknya berjumlah 102 dari 118, bahkan adapula yang sudah tutup lantaran bangkrut.
Para demonstran ini akan menginap di Balaikota jika tuntannya tidak dipenuhi. Mereka juga akan akan mendatangi Kantor Gubernur Sulsel, pada Kamis (11/2) besok, menyalakan musik DJ sebagai bentuk protes.
“Kita mau turunkan kekuatan 2.500 orang tetapi koordinasi aparat kepolisian tidak diizinkan, kita juga menghargai,” kata Zulkarnain.
Ia menganggap, sikap kurang peduli Pj Wali Kota terhadap pekerja THM dapat dimaklumi, padalnya Rudy Djamaluddin tidak dipilih oleh rakyat, tapi ditunjuk oleh Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. (*)



Komentar