Vaksinasi Tahap Kedua Dimulai, Satgas Covid-19 Luwu Utara Belum Terima Laporan KIPI yang Serius

Suriadi
Suriadi

Senin, 15 Februari 2021 18:55

Tim Medis Pemerintah Daerah Luwu Utara Mempersipakn penyuntikan Vaksinasi Tahap kedua
Tim Medis Pemerintah Daerah Luwu Utara Mempersipakn penyuntikan Vaksinasi Tahap kedua

TROTOAR.ID, LUWU UTARA — Pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah pusat melalui pemerintah daerah saat ini tengah memasuki penyuntikan vaksin dosis kedua, Senin (15/2/2021).

Bupati Luwu Utara, Forkopimda dan sebagian tenaga kesehatan telah menerima suntikan dosis kedua pagi tadi yang dipusatkan di Aula La Galigo Kantor Bupati.

Nah, hingga pelaksanaan vaksinasi dosis kedua dimulai, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Luwu Utara belum menerima laporan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) yang serius dari seluruh Puskesmas yang melaksanakan vaksinasi Covid-19. Hal ini diungkap Juru Bicara Coavid-19 Luwu Utara, Komang Krisna, Senin (15/2/2021), di Masamba.

“Sampai sekarang kami belum menerima laporan KIPI yang berat dari seluruh puskesmas, karena memang tidak ada ji efek sampingnya, aman ji. Paling ngantuk sedikit dan nyeri di bagian yang disuntik. Paling itu ji reaksinya setelah divaksin,” ungkap Komang meyakinkan sebagian masyarakat yang masih ragu untuk divaksin Covid-19.

Untuk itu, ia berharap tenaga kesehatan, baik yang sudah maupun yang belum divaksin agar tampil di garda terdepan meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi ini aman.

“Nakes itu garda terdepan. Kalau vaksinasi gagal, tidak akan berakhir ini pandemi. Nah, nakes ini yang diharap sebagai pendobrak keraguan masyarakat terhadap vaksin Covid-19,” tegas dia.

Sekadar diketahui, KIPI adalah setiap kejadian medis yang terjadi setelah pemberian imunisasi. Kejadian ini dapat merupakan reaksi vaksin. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi disebutkan, KIPI terdiri dari efek serius dan non-serius.

KIPI yang serius adalah setiap kejadian medis setelah imunisasi yang menyebabkan rawat inap, kecacatan, dan kematian. Sementara non-serius tidak menimbulkan risiko potensial pada kesehatan si penerima vaksin. (LH)

Penulis : RAS

 Komentar

Berita Terbaru
Metro30 Agustus 2026 22:56
Maulid KKDB, Appi Tekankan Pendidikan Adab Harus Dimulai dari Keluarga
MAKASSAR, Trotoar.id— Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan pentingnya memperkuat pendidikan adab dan karakter anak sejak dari lingkungan ...
Metro30 Agustus 2026 22:52
Resmikan Masjid Maradekaya, Appi Minta Masjid Tak Sekadar Megah tapi Harus Ramai dan Jadi Pusat Pembinaan Warga
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta Masjid Maradekaya tidak berhenti sebagai bangunan ibadah yang megah, tetapi bena...
Politik30 Agustus 2026 14:03
Nama Diusulkan Jadi Bendahara Golkar Sulsel, Amirullah Serahkan Keputusan ke DPP
MAKASSAR, Trotoar.id — Amirullah Nur Saenong menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terkait kemungkinan dirinya dipe...
Politik30 Agustus 2026 13:36
NasDem Sulsel Bidik 24 Kursi di Pemilu Mendatang, Kader Nyaleg Lewat Partai Lain Diancam Dipecat
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan memasang target lebih tinggi untuk pemilu mendatang. Setelah meraih 17 kursi DPRD hasil Pemilu...