TROTOAR.id—Usai digeledah oleh Tim KPK, suasana Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, terlihat hening.

Kantor kehormatan pemerintahan Sulawesi Selatan itu nampak seperti layu tak ada semangat atas berbagai masalah yang membuming akhir-akhir ini. Tentunya bukan tanpa sebab.

Pasalnya KPK baru saja melakukan penggeledahan terhadap ruang kerja Gubernur Sulsel (nonaktif) Nurdin Abdullah (NA) atas kasus dugaan gratifikasi dan penyuapan dalam berbagai proyek infrastruktur.
Di mana Tim KPK memulai aksinya sekitar pukul 10.00 WITA, Rabu, 3 Maret 2021 pagi tadi, tempatnya di gedung Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan itu, KPK memboyong tiga buah koper dan dua kardus yang diduga kuat berisi dokumen-dokumen penting.

Penggeledahan oleh sedikitnya enam orang Tim KPK itu barulah berakhir dalam ruangan itu setelah jarum jam menunjuk pukul, 15.40 WITA sore, dengan dikawal ketat oleh Tim Kepolisian bersenjata lengkap.
Para pegawai yang berada di lokasi kantor itu hanya diam tanpa suara dengan mata tak sekalipun berkedip menatap lebar Tim KPK berjalan membawa koper besar naik ke mobil warna hitam yang dibawanya.

Meski Nurdin Abdullah tengah ditersangkakan bahkan diisolasi di Rutan KPK, tetapi aktivitas pegawai Pemprov Sulsel sama sekali tak berhenti atas adanya kasus yang menyeret pimpinannya yang telah dinonaktifkan itu.
Di hari sebelumnya, KPk juga menggeledah kantor PUTR Sulsel di Jalan AP. Pettarani, Makassar, dan berhasil menyita tiga buah koper yang juga disinyalir berisi dokumen penting, pasalnya Sekretaris Dinas PUTR Sulsel itu telah ditangkap oleh KPK dan dalam pengawasan lembaga antirasuah itu.




Komentar