Dengan Tangan Terborgol dan Memakai Baju Tahan, NA Hadir di Gedung KPK

Suriadi
Suriadi

Jumat, 05 Maret 2021 19:16

Dengan Tangan terborgol, dan Mengenakan Baju Tahanan Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah Hadir di Gedung KPK Untuk menjalani Pemeriksaan Perdana Setelah di Tetapkan Sebagai Tersangka.
Dengan Tangan terborgol, dan Mengenakan Baju Tahanan Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah Hadir di Gedung KPK Untuk menjalani Pemeriksaan Perdana Setelah di Tetapkan Sebagai Tersangka.

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah menjalani pemeriksaan perdana di gedung komisi pemberantasan Korupsi, setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 28 Februari 2021 pekan lalu

Dengan tangan terborgol, dan menggunakan baju tahanan Nurdin Abdullah turun dari kendaraan KPK dan berjalan memasuki ruang penyidikan Gedung Merah Putih yang berlokasi di Kuningan jakarta Pusat. 

Nurdin Abdullah diperiksa Penyidik KPK, terkait kasus dugaan Suap dan Gratifikasi sejumlah proyek infrastruktur yang dibiayai oleh APBD provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020-2021.

Baca Juga  Dianugerahi Keluarga Kehormatan, Nurdin Abdullah, Tenteng Senjata

Selain Nurdin Abdullah penyidik KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap Nurdin dua tersangka lainnya yakni Edy Rachmat Sekretaris dinas PUTR dan Agung Sucipto  kontraktor/Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB)pengusaha yang melakukan penyuapan 

Dalam kasus yang menjerat Mantan bupati Bantaeng dua periode, KPK menduga jika Nurdin Abdullah menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Agung Sucipto melalui perantaraan Edy Rahmat. 

Uang suap sebesar Rp2 miliar tersebut diduga terkait keberlanjutan proyek wisata yang akan dikerjakan oleh Agung Sucipto di Bulukumba.

Baca Juga  Terpilih Versi Hitungan Cepat, Nurdin Abdullah, Kita Tunggu Penetapan KPU

Selain suap dari Agung Sucipto, KPK juga mensinyalir Nurdin A menerima uang atau gratifikasi dari kontraktor lain sebesar Rp3,4 miliar yang berkaitan proyek di Sulsel.

Akibat perbuatannya, KPK menjerat Nurdin Abdullah dan Edy disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor, Juncto Pasal 55 ayat ke 1 KUHP.

Baca Juga  Anggota DPRD Hingga Camat Asal Maros Jadi Saksi Sidang NA

Sebelumnya pada sabtu 28 Februari pukul 02.00 lewat tim penindakan Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) hadir di rumah jabatan Gubernur Sulsel jalan Jendral Sudirman untuk mengamankan Nurdin Abdullah  

Namun Tim penindakan KPK mendapat perlawanan dari Penjaga Rumah dinas Gubernur dan Nurdin Abdullah yang diminta untuk ikut bersama dengan tim KPK dianggap tidak kooperatif sehingga tim penindakan KPK memaksa Nurdin Abdullah untuk ikut bersama ke Jakarta guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. 

Penulis : Upi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro27 Oktober 2026 18:30
Pimpin PSSI Sulsel 2026–2030, Appi Bidik Pembenahan Sepak Bola dan Prestasi Nasional
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Munafri Arifuddin resmi menakhodai Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Sel...
Metro27 Oktober 2026 17:25
Makassar Jadi Tuan Rumah KMI 2026, Appi Dorong Musik Jadi Mesin Ekonomi Baru
12 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Kota Makassar mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Konferensi Musik Indonesi...
Metro27 Oktober 2026 16:18
Makassar BERJASA Raih Penghargaan Nasional, Appi-Aliyah Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya Pemerintah Kota Makassar memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagake...
Metro27 Oktober 2026 14:43
Sulsel Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026, Transportasi Publik Jadi Sorotan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali meraih apresiasi di tingkat nasional...