KPK Kuliti Proses Lelang Pengerjaan Jalan Bulukumba–Sinjai yang Seret Nurdin Abdullah Dkk

Awal Febri
Awal Febri

Sabtu, 13 Maret 2021 19:46

Saat Nurdin Abdullah ketika itu melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sinjai, meninjau langsung  jalan penghubung Sinjai–Bulukumba, [Kamis, 7/1/2021].
Saat Nurdin Abdullah ketika itu melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sinjai, meninjau langsung jalan penghubung Sinjai–Bulukumba, [Kamis, 7/1/2021].

TROTOAR.id—KPK terus menujukkan tajinya. Ia terus mendalami proses awal hingga akhir, termasuk proses lelang proyek di pemerintah provinsi Sulawesi Selatan, di Jalan Sinjai—Bulukumba, Sulsel.

Jalan penghubung Sinjai—Bulukumba, yang dibangun oleh Nurdin Abdullah.

Cikal bakal pengungkapan ini berkaitan dengan perkara dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret mantan gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

KPK melalui tim Investigasinya memeriksa tujuh orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tubuh Pemprov Sulsel. 

Ketujuh orang itu diperiksa sebagai saksi, narasumber yang diminta membeberkan informasi atas kasus tersangka Nurdin Abdullah, dkk (dan kawan-kawannya). Mereka diperiksa di Mapolda Sulsel pada Jumat (12/3) kemarin.

“Para saksi tersebut didalami pengetahuannya terkait dengan proses awal dilakukannya lelang pekerjaan proyek jalan ruas Palampang—Munte—Botolempangan (Bulukumba—Sinjai) yang dimenangkan PT CSP (Cahaya Seppang Bulukumba),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Sabtu (13/3).

Ali mengatakan, keterangan mereka dibutuhkan guna melengkapi berkas para tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel tahun anggaran 2020-2021.

Seperti diketahui, Nurdin Abdullah ditetapkan tersangka bersama Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Selatan Edy Rahmat. Politisi Partai berlogo kepala banteng moncong putih itu diyakini menerima suap dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, Nurdin diduga menerima suap dan gratifikasi dengan nilai total Rp 5,4 miliar terkait proyek di lingkungan Pemprov Sulsel. Dana Rp 2 miliar diberikan dari Agung melalui Edy. Suap itu diberikan agar Agung dapat kembali menggarap proyek di Sulsel untuk tahun anggaran 2021.

Atas perbuatannya, Nurdin dan Edy dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Agung dikenakan dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis : Tim/Ltf

 Komentar

Berita Terbaru
Politik01 Juni 2026 20:56
Dua Bupati Golkar HIjrah, Bupati Soppeng: Maaf Belum
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Isu perpindahan sejumlah kepala daerah dari Partai Golkar ke partai lain mulai mencuat di Sulawesi Selatan. Kabar ini menjadi...
Metro01 Juni 2026 17:36
Walikota Makassar, Pimpinan Upacara Hari Lahir Pancasila
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipering...
Metro01 Juni 2026 15:29
Wali Kota Makassar Hadiri Sannipata Waisak
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri kegiatan Sannipata Waisak dalam rangka Hari Trisuci Waisak 2570 BE/2026 yan...
Metro01 Juni 2026 13:21
Gubernur Sulsel Hadiri Sannipata Ummat Buddha
MAKASSAR, TROTOAR ID – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Sannipata Waisak 2026 yang digelar Persatuan Umat Buddha Indone...