Pj Ketua Umum PB HMI, Abdul Muis Amiruddin.
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Pelaksana Tugas Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) Abdul Muis memberikan rapor merah kepada menteri BUMN Erick Thohir.
Pemberian rapor merah kepada Erick Tihir lantaran Aktivis HMI menolak jika Erick yang diamanahkan sebagai Menteri BUMN karena banyak badan usaha dibawah naungan Menteri BUMN mengalami keterpurukan
Seperti PT. Timah Indonesia Tbk (Persero) merugi hingga Rp. 390 miliar ditahun 2020, PT Indofarma Tbk merugi Rp. 21,3 miliar, PT Kereta Api Indonesai (Persero) bahkan merugi hingga 3,4 triliun, PT Hutama Karya (Persero) yang juga mengalami penurunan pendapatan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengalami penurunan hingga Rp. 10,40 triliun dan PT Pertamina (Persero) yang pada umumnya mengalami kerugian kepada Negara.
“Kerugian yang dialami oleh Perusahaan dibawah naungan Menteri BUMN membuktikan jika Erick Tihir tidak mampu menjalankan amanah yang diberikan Presiden Jokowi untuk ikut mendorkbgnoertumbuhan ekonomi ditengah pandemi, sehingga kami memberinya rapor merah, ” Kata Abdul Muis Ketua PB HMI.
Muis menilai salah satu penyebab terjadinya kerugian pada beberapa Badan Usaha Milik Negara lantaran Erick dianggap tidak mampu menterjemahkan keinginan pemerintah dalam menghidupkan seluruh BUMN yang menjadi kendalinya.
Apa lagi kerugian uang dialami sejumlah BUMN tidak sahab terjadi saat pandemi seperti sekarang, akan tetapi sejak tahun 2019 halnitunojn sudah terjadi
Bahkan BUMN seperti PT Krakatau Still, PT Dirgantara Indonesia, PT Dok Kodja Indonesia, PT PAL, PT Sang Hyang Seri, PT Pertani termasuk Perum bulog, bahkan diantaranya banyak yang harus mendapat suntikan dana untuk perbaikan performa perusahaan sedang kenyataannya perusahaan tetap mengalami kerugian.
Mungkin salah satu penyebabnya karena BUMN belum dikelola secara profesional, sehingga proses kelembagaan berjalan mundur. Hal ini harus kita evaluasi bersama karena kenyataannya BUMN kita memang mengalami kemunduran.
“Kerugian yang dialami sejumlah BUMN meski telah mendapat suntikan dana itu terjadi akibat pengelolaan BUMN tidak begitu profesional yang mengakibatkan m proses kelambagaan jalan mundur, ” Ucapnya
Dia menyebutkan kejadian yang menimpa sejumlah BUMN merupakan fakta ki kantata kelola yang dilakukan menteri BUMN tidak memiliki kemampuan Menejerial yang cukup dalam mengelola Peruhan-Perusahan BUMN.
“Ini diluar ekspektasi personal pak Erick Thohir dan sangat mempengaruhi penilaian publik soal kinerja Pak Jokowi, Pak Erick Tohir pantas mendapatkan Repor Merah dan di reshuffle demi kepentingan perekonomian nasional dan terkhusus demi keberhasilan Presiden Republik Indonesia Pak Jokowi, “Ucapnya
Olehnya itu, ditegah informasi Reshuffle menteri yang akan dilakukan Presiden Jokowi demi meningkatkan kualitas kinerja setiap kementrian maka kami memberikan masukan kepada Presiden Jokowi untuk segera di mereshuffle Erick Thohir dari mentri BUMN dengan menggantikannya dengan seseorang yang professional yang lebih mengerti tatakelola perusahaan milik negara demi kemajuan bangsa.
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola…
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menarik perhatian investor global di sektor energi…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Komunitas Kawan UMKM…
This website uses cookies.