
Trotoar.id — Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memimpin langsung pelaksanaan Halal Bihalal Virtual yang dihadiri oleh Pengurus Harian DPP dan para ketua DPD I Golkar se Indonesia
Airlangga Hartarto dalam sambutannya mengecap keras tindakan militer Israel atas kekerasan yang terjadi terhadap warga Palestina, ” Tegasnya dalam sambutannya dalam Halal Bihalal Partai Golkar
Partai Golkar menilai kekerasan dan penyerangan yang dilakukan militer Israel di tengah salat tarawih merupakan tindakan biadab sangat biadab.

Hingga saat inj tindakan Militer Israel terhadap warga Palestina masih terus di dilakukan hingga menimbulkan sejumlah korban jiwa dari warga sipil Palestina
“Kita menyaksikan hingga saat ini masih terjadi serangan tentara Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza yang menewaskan sedikitnya 100 orang menjadi syuhada, termasuk anak-anak dan perempuan, serta ratusan korban luka lainnya,” kata Airlangga.
Partai Golkar juga mendukung langkah aktif pemerintah dalam menggalang dukungan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di wilayah perbatasan Israel-Palestina.
“Indonesia tengah menggalang dukungan melalui organisasi Konferensi Kerjasama Negara-Negara Islam (OKI), Gerakan Non-Blok (GNB), maupun CEIRPP (Committee on The Exercise of The Inalienable Right of The Palestinian People), ” Ucapnya

Airlangga menambahkan jika partai Golkar juga mendorong Pemerintah Republik Indonesia agar mengusulkan Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah konkret untuk menghentikan kekerasan yang dilakukan militer Israel.
“Partai Golkar juga mendesak kepada masing-masing pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan kekerasan yang dapat memperkeruh suasana dan semakin banyak korban yang berguguran,” kata Airlangga.
Halal Bihalal Partai Golkar 2021 dihadiri Ketua Umum Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Yanti Airlangga, Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Penasehat, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar, Dewan Etik dan pimpinan DPD seluruh Indonesia serta tausiyah disampaikan guru besar UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Prof Azyumardi Azra.


Komentar