Konflik Israel–Palestina Disebut Mengarah ke Perang Terbuka, Indonesia Diminta Siapkan Pasukan Jika Ada Keputusan PBB

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Sabtu, 15 Mei 2021 04:04

Stasiun televisi Hamas, Al-Aqsa, menjadi salah satu sasaran serangan Israel. [Getty Image]
Stasiun televisi Hamas, Al-Aqsa, menjadi salah satu sasaran serangan Israel. [Getty Image]

TROTOAR.id, Jakarta—Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Sukamta menyatakan keprihatinannya atas jatuhnya korban dari rakyat sipil dalam konflik yang terjadi di Palestina.

Kondisi di negara itu makin genting, terutama pasca bentrokan di Komplek Masjid Al-Aqsa, di mana Israel melakukan serangan udara di wilayah Jalur Gaza yang menewaskan 113 warga sipil termasuk di antaranya 31 anak-anak. 

“Jika tensi konflik antara Israel dan Palestina yang semakin menguat, ini akan menyebabkan situasi semakin tidak terkendali dan bisa mengarah kepada perang terbuka. Jika ini terjadi, maka bisa dipastikan akan semakin banyak jatuh korban dari kalangan warga sipil,” kata Sukamta dalam keterangannya, Jumat (14/5).

Kembali ke tahun 2014, Ia mengingatkan peristiwa agresi militer Israel ke wilayah Gaza yang disinyalir menewaskan 2.251 warga Palestina. 

Legislator ini berharap pemerintah Indonesia dapat mendorong PBB menerjunkan pasukan perdamaian untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih luas antara Israel dan Palestina. 

Menurutnya, penempatan pasukan perdamaian di beberapa negara yang mengalami konflik selama ini terbukti berhasil menurunkan eskalasi konflik.

“Usulan ini memang terasa agak sulit diwujudkan, karena setiap rencana keputusan DK PBB bahkan yang sekedar berbentuk pernyataan mengutuk kejahatan perang Israel selalu ditentang oleh Amerika Serikat sebagai anggota tetap,” tuturnya.

“Tetapi saya harap setiap usaha guna mencegah meluasnya kekerasan dan konflik harus tetap diupayakan dengan sekuat tenaga,” katanya. 

Namun demikian, ia berharap pemerintah RI bisa mendorong usulan penerjunan pasukan perdamaian di wilayah konflik Israel-Palestina melalui sidang darurat OKI maupun PBB. 

Wakil Ketua Fraksi PKS itu juga meminta Pemerintah menyiapkan pasukan perdamaian untuk diterjunkan di wilayah Palestina jika PBB membuat keputusan penempatan pasukan perdamaian di zona penyangga antara Israel-Palestina. 

Komitmen Indonesia untuk mewujudkan perdamaian, lanjut Sukamta, selama ini terbukti secara baik dengan terlibatnya Indonesia dalam penerjunan pasukan perdamaian PBB. 

“Saya kira jika ada penugasan ke wilayah Palestina tentu akan disambut dengan antusias oleh TNI karena Pemerintah Indonesia selama ini berkomitmen kuat untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara sebagai langkah perdamaian di sana,” pungkasnya. (Lutfi/Sji)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro05 September 2026 15:27
Usaha Sambil Doa, Pemkot Makassar Kerahkan Tangki Air, SPAM hingga Salat Istisqa Minta Hujan
MAKASSAR, Trotoar.id— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memilih menempuh dua jalur sekaligus menghadapi kemarau panjang dan krisis air bersih: berge...
Metro05 September 2026 15:18
Wabup Nurkanaah Serahkan Santunan untuk Dua Keluarga Korban Kebakaran di Teteaji
SIDRAP, Trotoar.id — Musibah kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga di Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidr...
Daerah05 September 2026 15:15
BISA ORASI ke-2 Bahas Strategi Mengubah Potensi Sidrap Jadi Kekuatan Ekonomi
SIDRAP, Trotoar.id — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memiliki beragam potensi sumber daya manusia dan ekonomi. Namun, potensi tersebut belum cu...
Daerah05 September 2026 15:12
PIK-R ORYZASATIVA SNAKMA, Ruang Aman Remaja untuk Berbagi Cerita dan Menata Masa Depan
SIDRAP, Trotoar.id — Tidak semua cerita remaja mudah disampaikan. Ada persoalan yang hanya bisa dibicarakan ketika mereka merasa aman, didengar, dan...