
Trotoar.id, Makassar — Ditunjuknya Zulham Arief menjadi Komisaris GMTD menuai protes dari wakil Rakyat, pasalnya, Zulham dianggap minim pengalaman dalam mengelola dan kompetensi.
Hal itulah yang membuat salah satu Partai Pengusung Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman pada Pilgub 2018 angkat bicara
Ketua Fraksi PAN, Syamsuddin Karlos Manila pemprov Sulsel keliru mendorong orang minim pengalaman dan kompetensi menduduki jabatan sebagai Komisaris didn’t GMTD.

“Harus pemerintah provinsi visa menempatkan orang yang memiliki kompetensi di posisi tersebut,” Kara Syamsuddin Karlos
Messi dikatakan penunjukan wakil pemerintah di dalam struktur Komisaris Perusahaan Besar Seperti GMTD adalah hak pemerintah, namun harus mengedepankan norma dan mengukur kompetensi orang
Sehingga orang yang diamanatkan dalam jabatan tersebut paling tidak memiliki kemampuan manajerial agar tidak mampu memberikan kontribusi hang beast besar bagi kemajuan Perusahaan
“Zulham Ariel siapa itu, tran record nya just kita tidak tahu, dan apa pengalaman dia, apakah di Sulsel Sudah kehabisan orang berkompeten dan memiliki pengalaman, ” Katanya

Siang tadi radar Umum Pemegang Saham (RUPS) menyepakati tiga komisaris Baru GMTD
Ketiganya merupakan perwakilan dari masing-masing daerah seperti Pemerintah, Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Pemerintah Provinsi sendiri.
Namun, jabatan Komisaris utusan Pemerintah Provinsi bukan berasal dari partai pengusung Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman Pada pilgub 2018 lalu.
Malahan yang menduduki jabatan Komisaris tersebut dijabat oleh Salah satu kader Partai Golkar, yang merupakan rival politik PAN, PKS dan PDIP di pilgub lalu.
PAN, PKS, dan PDIP adalah tiga partai pengusung pasangan Prof Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2018 lalu


Komentar