Bantu Suku Kajang, Mahasiswa UNM Menangkan Hibah PKM

Suriadi
Suriadi

Jumat, 28 Mei 2021 16:50

Bantu Suku Kajang, Mahasiswa UNM Menangkan Hibah PKM

Trotoar.id, Makassar — Sebanyak empat mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dan Komputer (JTIK) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) berhasil mendapatkan bantuan dana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Adalah Anisa Febriani Musakkir, Ahmad Ali Ramli, Ikra Ain Fahwa, dan M Sukron Kurniawan. Empat mahasiswa ini lolos pada PKM bidang Penerapan Ipteks (PI).

Tim yang dikomandoi Anisa ini mencoba membantu masyarakat Suku Kajang untuk memasarkan kain khas suku kajang melalui aplikasi. “Aplikasinya namanya Kadow. Ini e-commerce,” kata Anisa yang ketua tim.

Anisa menjelaskan, aplikasi e-commerce yang dibuat timnya sangat ramah budaya. “Kita mengetahui masyarakat Suku Kajang Concern menjaga nilai-nilai budaya. Kami hadirkan teknologi untuk membantu mereka tanpa mencerabut akar budaya, ” kata Anisa yang dua tahun lalu juga mendapatkan pendanaan yang sama dari Program Krativitas Mahasiswa.

Anisa melanjutkan, keresahannya untuk membantu masyarakat Suku Kajang dilatarbelakangi situasi yang dikeluhkan masyarakat setempat.

“Rata-rata masyarakat (Kajang Dalam) membawa kain Tope Le’leng ke Kajang Luar untuk dijualkan. Sementara, masyarakat Kajang Luar menjualnya secara konvensional. Menunggu pengunjung datang, atau membawa ke pasar tradisional. Nah ini yang kami bantu dengan aplikasi pemasaran dengan tetap menjaga nilai budaya lokal Suku Kajang,” imbuh Anisa.

Anggota tim lainnya, Sukron menambahkan, selain sebagai aplikasi penjualan kain, Kadow juga membantu mendorong pariwisata di Kabupaten Bulukumba, terutama Kajang. “Secara tidak langsung Aplikasi Kadow, meningatkan rasa ingin tahu masyarakat luar tentang Kajang. Aplikasi ini menjembatani itu,” kata Sukron.

Dosen pembimbing Anisa dan tim, Yasdin menyatakan, inovasi Kadow merupakan pemikiran yang sangat brilian di era industri 4.0. ” Ini ide masyarakat 5.0, super smart society. Aplikasi Kadow yang dikembangkan Anisa dan kawan-kawan membuktikan bahwa teknologi dan budaya bisa hidup beriringan. Inovasi mereka sangat layak didorong ke level yang lebih luas. Ini sangat memungkinkan digunakan secara nasional,” kata Yasdin yang juga Kepala Pusat Riset dan Penguatan Inovasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakan UNM.

Sebenarnya, selain Anisa dan Tim, UNM juga meloloskan sebanyak 108 tim lainnya. Tota 109 tim diloloskan UNM mendapatkan dana hibah untuk tahun 2021. Bahkan UNM menempati peringkat 9 secara nasional, kampus yang mendapatkan pendanaan hibah PKM.

Penulis : Abe

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga13 Juni 2021 01:40
40 Menit Babak Pertama Denmark Vs Finlandia, Christian Eriksen Jatuh Tak Sadarkan Diri, Pertandingan Ditangguhkan
TROTOAR.id—Laga Denmark melawan Finlandia mendadak menjadi hening saat laga berjalan 40 menit babak pertama, Minggu, (13/6/2021) 00.00 WITA. Pasalny...
News13 Juni 2021 01:37
Christian Eriksen Pinsang, Laga Denmark vs Finlandia Ditunda
Trotoar.id -- Laga tanding Grup B Piala Euro antara Denmark vs Finlandia harus terhenti, dikarenakan gelandang Denmark Christian Eriksen jatuh pingsan...
News12 Juni 2021 23:38
OKP dan DPK Tegaskan Tidak Ada Dulisme Kepemimpinan di KNPI Makassar
Trotoar.idMakasar -- Puluhan Ketua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) yang berhimpun di DPD KNPI Kota Makassar,...