Musim Tanam Padi April-September, Pemkab Sinjai Jamin Ketersediaan Pupuk Bagi Petani

Awal Febri
Awal Febri

Selasa, 01 Juni 2021 13:30

Pemkab Sinjai.
Pemkab Sinjai.

TROTOAR, SINJAI – Para petani di Kabupaten Sinjai kini melakukan penanaman padi untuk musim tanam April-September. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Sinjai pun menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani di Bumi Panrita Kitta. 

Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Dinas TPHP Sinjai Hj. Surianti saat ditemui mengatakan bahwa ketersedian pupuk subsidi maupun non subsidi untuk musim tanam  saat ini mencukupi.

“Dengan alokasi pupuk bersubsidi yang kita punya, ketersediaan pupuk petani aman untuk musim tanam April-September pada potensi lahan seluas 16.332 hektar sawah,” katanya saat ditemui di Ruang kerjanya, Senin (31/5/21).

Ia mengungkapkan ketersediaan pupuk di produksi gudang PT Pupuk Kaltim untuk pupuk urea subsidi sebanyak 1.403 ton sedangkan untuk pupuk urea non subsidi ada 52 ton. 

“Untuk pupuk urea yang ada di gudang sebanyak 1.403 ton sedangkan kebutuhan petani untuk luas tanam 16 ribu hektar itu sebanyak 800 ton,  jadi kita masih berlebih, ” jelasnya. 

Sementara yang berada di gudang PT. Petrokimia Gresik,  stok pupuk NPK phonska 220,5 ton, pupuk SP -36 sebanyak 220,5 ton,  jenis ZA ada 193,7 ton dan organik 149, 41 ton. Adapun jenis NPK plus non subsidi sebanyak 73,6 ton. 

Lebih lanjut dikatakan,  enam kecamatan di Sinjai yaiu Sinjai Utara,  Bulupoddo,  Sinjai Timur,  Sinjai Tengah,  Tellulimpoe san Sinjai Selatan melakukan penanaman secara serentak, sementara untuk dua kecamatan lainnya yaitu Sinjai Borong dan Sinjai Barat mengalami perlambatan musim tanam. 

“Di Dua kecamatan itu masih ada yang panen saat ini sehingga satu bulan kedepan baru mulai menanam kembali sehingga jika ada kekurangan pupuk khususnya jenis NPK, kita lakukan realokasi antar kecamatan sehingga kuota untuk dua kecamatan tersebut kita alihkan sementara kuotanya untuk kecamatan lain yang membutuhkan, “ujarnya. 

Surianti berharap kepada para petani untuk bijak menggunakan pola pemupukan yang berimbang sesuai rekomendasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) RI. 

“Jadi dalam penanaman padi pupuk yang digunakan tidak hanya gunakan pupuk urea tetapi juga digunakan jenis ZA dan NPK, dimana pola tanam untuk satu hektar menggunakan pupuk urea 50 kg,  jenis ZA 100 kg dan NPK 275 kg,  dengan 3 jenis pupuk ini bisa meningkatkan produksi pertanian  kita, ” tutupnya. (Alam)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro10 Juli 2026 16:00
Aliyah Mustika Ilham Terima Tiga Kepala Daerah, Bahas Kolaborasi UMKM hingga Pengentasan Kemiskinan
Makassar, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi tiga kepala daerah, yakni Bupati ...
Metro10 Juli 2026 15:57
Pemkot Makassar Tata Pasar Senggol, Kini Lebih Rapi, Tertib, dan Nyaman
Makassar, Trotoar.id— Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Pasar Makassar Raya terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kawasan perdagan...
Parlemen10 Juli 2026 15:54
DPRD Sulsel Soroti Proyek Bendung Lalengrie Ujung Lamuru, Dinilai Mubazir dan Layak Diaudit
Makassar, Trotoar.id — Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Asni, menilai penganggaran proyek bendung di...
Daerah10 Juli 2026 15:48
Sri Suparni Bahlil Salurkan Bantuan Energi di Barru, Dorong Akses Listrik dan Penerangan Berbasis Energi Terbarukan
BARRU, Trotoar.id — Penasehat DPW Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sri Suparni Bahlil, menyerahkan bantuan Penerangan Jalan Umum T...