MAKASSAR – Wali Kota Makassar Danny Pomanto melalui programnya ‘Makassar Recovery’ sebagai bagian dari inovasi baru penanganan dan menekan laju penyebaran serta penularan Coronavirus Disease (Covid-19) tersebut.
Makassar Recover merupakan gabungan dari komitmen Danny-Fatma dalam memberantas Covid-19 di kota Makassar, dan bakal diimplementasikan melalui tiga sub program, yaitu Penguatan Imunitas, Adaptasi Sosial, dan Pemulihan Ekonomi.
Tiga sub program ini bakal dilakukan melalui berbagai tahap, masing-masing 11 metode untuk Penguatan Imunitas, 9 metode untuk Adaptasi sosial, dan enam metode untuk pemulihan ekonomi.
Baca Juga :
Sehingga dalam pelaksanaan program tersebut memerlukan pos anggaran yang tidak sedikit jumlahnya, yakni berkisar Rp 380 miliar dari anggaran refocusing yang disediakan.
Ketua Tim Pelaksana Makassar Recover Andi Hadijah Iriani menyebut bahwa semenjak program tersebut dilaksanakan telah meraup anggaran sekitar 30-an miliar, “Sudah 30-an M (yang ditelan),” bebernya kepada jurnalis trotoar.id, Jumat (11/6/2021).
Sejak diluncurkannya program ini secara live di Stasiun TV nasional dan secara virtual, yang berpusat di Hall kediaman Danny Pomanto, Jalan Amirullah, Jumat 5 Maret 2021 lalu, sudah terhitung kurang lebih tiga bulan lalu.
Hadijah Iriani menyebur program turunan dari Makassar Recover yang tengah dilaksanakan adalah imunitas kesehatan seluruhnya telah berjalan; vaksinasi; teaching, testing, dan treatment oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid Hunter; adaptasi sosial oleh Satgas Pengurai Kerumunan (Raika); dan pemulihan ekonomi protokol even sudah berjalan melalui Dinas Pariwisata.
“Untuk imunitas kesehatan seluruhnya sudah berjalan, teaching, testing, dan treatment (Covid Hunter), vaksinasi, adaptasi sosial sudah jalan Tim Raika, pemulihan ekonomi protokol even sudah juga melalui Dinas Pariwisata,” jelasnya. (Alam)



Komentar