Trotoar.id, Makassar — Mantan aktivis HMI 98, Muhammad Fauzi yang juga anggota Fraksi Partai Golkar mulai angkat bicara soal wacana tiga periode.
Dia mengaku wacana yang muncul tersebut dianggap sebagai kemunduran demokrasi dan juga sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan Reformasi
“Memang ada pihak yang mendorong iru, namun jelas itu merupakan kemunduran demokrasi dan penghianatan bagi perjuangan reformasi,” Katanya
Anggota Fraksi Partai Golkar asal Dapil Sulsel III menyebutkan wacana presiden tugas periode jelas bertentangan dengan konstitusi, apa lagi beberapa kali Bapak Presiden Joko Widodo menolak wacana tersebut.
“Beberapa kali Presiden Jokowi mengatakan menolak ide itu. Kalau ‘pengantinnya’ sendiri sudah menolak, sebaiknya relawan yang baru dibentuk segera saja membubarkan diri,” imbau Fauzi.
Pembatasan dua periode until presiden dan kepala daerah, bertujuan agar Indonesia mampu menciptakan iklim demokrasi dan regenerasi kepemimpinan.
Dia mengatakan, sejarah orde Baru hingga munculnya gerakan sosial masyarakat yang dikawal mahasiswa dan aktivis kalau itu sebagai wujud menciptakan regenerasi di bangsa ini,
“Kita punya pengalaman di orde baru. Saya kira itu salah satu alasan mengapa di awal reformasi diputuskan untuk membatasi presiden hanya dua periode,” tambah Fauzi.
Bukan Cuma M Fauzi beberapa koleganya di senayan yang juga berasal dari partai lainnya menolak wacana yang digulingkan kelompok yang mengatasnamakan Relawan Jokowi-Prabowo
Hingga Menkopolhukam yang juga mantan Ketua Hakim Konstitusi Mahfud MD juga menyatakan menolak wacana yang digulirkan Relawan Jokowi-Prabowo (JokPro).
“Masa jabatan diatur dalam konstitusi, untuk membatasi kekuasaan baik dari dalam lingkup maupun waktunya, namun semua keputusan ada ditangan Parpol,” kata Mahfud melalui akun twitternya, Senin (21/6).




Komentar