Makassar dan Tator Akan Terapkan PPKM Level IV: Berikut 18 Poin yang Diatur. Rumah Ibadah Dikosongkan?!

Nuralamsyah
Nuralamsyah

Minggu, 25 Juli 2021 00:37

Seseorang yang berjalan di depan sebuah tembok yang berisi lukisan sebagai tanda bahwa tenaga kesehatan mengajak semua masyarakat Indonesia untuk lawan virus corona. FOTO: Istimewa.
Seseorang yang berjalan di depan sebuah tembok yang berisi lukisan sebagai tanda bahwa tenaga kesehatan mengajak semua masyarakat Indonesia untuk lawan virus corona. FOTO: Istimewa.

TROTOAR.ID, MAKASSAR – Setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali dicabut lalu diganti dengan PPKM level IV.

Tak lama lagi, 45 kabupaten/kota yang tersebar pada 21 provinsi di luar Pulau Jawa dan Bali akan memberlakukan juga PPKM level IV.

Keputusan ini lahir dalam rapat koordinasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto, Sabtu (24/7/2021).

Di Sulawesi Selatan sendiri ada Kota Makassar dan Tana Toraja (Tator) yang bakal menerapkan PPKM ini. Dan akan mulai diberlakukan pada Senin 26 Juli – 8 Agustus 2021 atau dalam kurung waktu selama 14 hari.

Hal ini dibenarkan oleh Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, ” (Memang) Benar.”

Berikut hal-hal yang diatur selama PPKM Level IV :

1. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan atau pelatihan) dilakukan secara daring atau online.

2. Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100 persen Work from Home (WfH).

3. Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Adapun yang termasuk sektor esensial yakni keuangan dan perbankan, pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina, dan industri orientasi ekspor.

4. Kegiatan sektor esensial pemerintahan yang memberikan pelayanan publik diberlakukan maksimal 25 persen Work from Office (WfO).

5. Kegiatan sektor kritikal seperti kesehatan, keamanan dan ketertiban, penanganan bencana, energi, logistik, pupuk, semen, objek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar, dapat beroperasi 100 persen dengan protokol kesehatan yang ketat.

6. Supermarket pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

7. Apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam.

8. Pelaksanaan kegiatan makan atau minum ditempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan atau mall hanya menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan ditempat (dine-in).

9. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup sementara kecuali akses untuk restoran, supermarket, dan pasar swalayan dapat diperbolehkan dengan memperhatikan ketentuan.

10. Pelaksanaan kegiatan konstruksi untuk infrastruktur publik (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

11. Tempat ibadah (masjid, mushala, gereja, pura, vihara, dan klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), tidak mengadakan kegiatan peribadatan atau keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

12. Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) ditutup sementara.

13. Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.

14. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

15. Pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM.

16. Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bis, kapal laut dan kereta api) harus:

a. Menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama);

b. Menunjukkan PCR H-2 untuk pesawat udara serta antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bus, kereta api dan kapal laut.

Ketentuan hanya berlaku untuk kedatangan dan keberangkatan dari dan ke Jawa dan Bali serta tidak berlaku untuk transportasi dalam wilayah aglomerasi sebagai contoh untuk wilayah Jabodetabek.

Untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.

17. Tetap memakai masker dengan benar dan konsisten saat melaksanakan kegiatan di luar rumah serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker.

18. Pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW zona merah tetap diberlakukan.

(Al/Ltf)


 Komentar

Berita Terbaru
News25 September 2021 16:33
Azis Syamsuddin Jadi Tersangka KPK, Golkar Siapkan Pengganti
Trotoar.id, Makassar -- Pasca ditetapkan dam ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KOK) Azis Syamsuddin langsung menyampaikan surat pengunduran d...
Metro25 September 2021 16:08
1.191 Peserta Tes PPPK Guru Berkontribusi Terhadap Penurunan Level PPKM di Luwu Utara
Trotoar.id, Luwu Utara --- Hasil assesmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terhadap perkembangan situasi COVID-19 di Luwu Utara dari level 3 turun men...
News25 September 2021 16:04
RMS: Bimtek Nasdem Bantu Putaran Ekonomi di Makassar
Trotoar.id, Makassar -- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulawesi Selatan Rusdi Masse Mapasessu menyebutkan kegiatan Partai Nasdem yan...