Trotoar.id, Makassar — Kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C Batua, tampaknya tidak saja akan meyeret pihak kontraktor, dan oknum-oknum yang ada di dinas Kesehatan Kota Makassar.
Bahkan ada kemungkinan jika kasus RS Batua juga akan ikut menyeret badan anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar, jika dalam proses penyelidikan nantinya ditemukan indikasi mengarah kesana.
Direktur Kriminal Khusu Polda Sulsel Kombes Pol Widoni Fredy, mengatakan jika hal itu masih dalam pendalaman, dan jika dalam pemeriksaan saksi dan tersangka nantinya ada yang mengarah kesana jelas akan di tindak lanjuti.
Baca Juga :
“Kita pendalaman dulu, kalau arahnya ada kesana kita kesana,” Kata Kombes Pol Widoni Fredy.
Widony mengatakan tindak pidana Korupsi pembangunan RS Batua diduga telah terjadi persekongkolan sejak awal, olehnya itu penyidik akan lebih mendalami proses penganggarannya hingga tender proyek pembangunan RS Batua.
Para tersangka yang telah diumumkan senin kemarin, nantinya akan menjalani pemeriksaan di direktorat tindak pidana khusus Polda Sulsel
“Kita dalami semua informasi, termasuk mendalami peran dari banggar, sebab anggaran pembangunan RS tersebut dibahas dalam banggar,” Jelasnya
Hingga pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus yang menyeret belasan nama sebagai tersangka,
Diketahui proses penganggaran RS Batua dilakukan oleh Badan Anggaran DPRD pada tahun anggaran 2018 yang dianggarkan melalui APBD Pokok dan APBD Perubahan tahun 2018.



Komentar