Polda Sulsel Sudah Kantongi Calon Tersangka Dugaan Korupsi BPNT di Sinjai, Bulukumba, Bantaeng dan Takalar

Awal Febri
Awal Febri

Jumat, 27 Agustus 2021 01:10

Kasubdit III Korupsi Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Fadli.
Kasubdit III Korupsi Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Fadli.

MAKASSAR – Kabupaten Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, dan Takalar merupakan wilayah yang ditarget oleh Aparat Penegak Hukum atas dugaan penyelewengan/ korupsi penyaluran dana Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri menegaskan secara terbuka kalau kasus dugaan korupsi BPNT ini menjadi atensi khusus, “Kasus BPNT ini kasus atensi karena terkait Covid-19 atau PEN,” tuturnya 

Kombes Widoni menyatakan bahwa kasus semacam ini merupakan kasus kejahatan kemanusian, “Terbilang kejahatan kemanusiaan,” ucapnya.

Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel menelusuri persoalan tersebut. Hal ini juga dibenarkan oleh Kasubdit III Korupsi Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Fadli.

Ia menjelaskan bahwa BPNT tersebut sumbernya dari Kementerian Sosial RI yang disalurkan ke daerah-daerah.

“Ada empat kabupaten yang diperiksa tim terkait penyaluran BNPT yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos),” tuturnya.

“Masing-masing di Kabupaten Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, dan Takalar,” kata Kamis (26/8).

Beragam indikasi bermunculan di empat kabupaten tersebut. Kompol Fadli mengungkap, banyak ditemukan indikasi perbuatan melawan hukum, seperti ada pemotongan nilai yang diterima masyarakat.

Nilai potongan tersebut cukup besar, kata dia, jika dikali dengan jumlah penerima manfaat, “Nilainya cukup besar,” katanya.

Calon Tersangka

Kompol Fadli menyatakan, pihaknya berjanji jika hasil audit BPK RI sudah selesai maka akan menetapkan tersangkanya, “Itu tinggal menunggu audit dari BPK,” katanya.

“Nama-nama calon tersangka sudah ada dan jelas. Kita tunggu saja audit BPK, langsung kita terima, akan kita tindak lanjuti untuk penetapan tersangkanya,” tegas Fadli.

Dia mengakui, penyelidikan kasus dugaan korupsi BPNT ini bergulir agak lama. Sebab penghitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan BPKP Sulsel agak lambang. 

Dalam kasus dugaan korupsi BPNT ini, para calon tersangka melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara mengurangi nilai bantuan yang akan diserahkan kepada penerima bantuan atau masyarakat kurang mampu.

“Ada kekurangan nilai dalam bantuan itu. Misalnya dari bahan pokok yang harganya sekian, malah ada pemotongan,” katanya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro16 Juli 2026 19:32
Fatmawati Rusdi Dampingi Gubernur Buka MPLS Sekolah Rakyat Sulsel
Makassar, Trotoar.id – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendampingi Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membuka seca...
Metro16 Juli 2026 18:55
Gubernur Andi Sudirman Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel, 270 Siswa Siap Wujudkan Mimpi
Makassar, Trotoar.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rak...
Metro16 Juli 2026 18:43
RSUD Daya Perkuat Pelayanan
Trotoar.id, Makassar — Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Daya Makassar terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang human...
Politik16 Juli 2026 16:46
Dari Batu Putih ke GOlkar Sulsel, IAS Menuju Kemenangan Tanpa Lawan
Makassar, Trotoar.id — Bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), dijadwalkan mengembalikan formulir ...