“Tiket Sudah Siap” Adalah Kata Sandi di Masa Nurdin Abdullah

Awal Febri
Awal Febri

Rabu, 22 September 2021 22:06

Terdakwa Kasus Dugaan Suap dan Gratifikasi Gubernur Sulsel Non Aktif Nurdin Abdullahn
Terdakwa Kasus Dugaan Suap dan Gratifikasi Gubernur Sulsel Non Aktif Nurdin Abdullahn

MAKASSAR – Parakkasi Arifin adalah orang kepercayaan dari seorang kontraktor bernama H Momo di Sulawesi Selatan. Bahkan jarang yang tak mengenal nama H Momo. 

Parakkasi diperiksa sebagai saksi dalam sidang Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah pada Rabu (22/9.

Dalam sidang itu, Parakkasi membuka semua yang menjadi sepengetahuannya dalam perkara ini.

Jaksa KPK Zaenal Abidin, mempertanyakan kode “tiket” yang dipakai oleh Parakkasi sebelum memberikan uang kepada “orang kepercayaan Nurdin”, Sari Pudjiastuti (Eks Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel).

Sebelum memberikan uang kepada Sari, Parakkasi mengaku mengirim pesan terlebih dahulu, “Tiket sudah siap”. Suatu waktu, Parakkasi bertemu dengan Sari di Homestay Zahira Makassar.

Ketua majelis hakim Ibrahim Palino lantas heran mengapa saksi tidak menyampaikan saja secara gamblang perihal uang Rp 1 miliar tersebut.

“Begini, Pak, ya, misalnya orang mau ke masjid, memberikan suatu bantuan, itu bisa undang wartawan biar disampaikan. Bapak mau kasih uang kok kayak (seperti) ada sesuatu disembunyikan atau disamar-samarkan seperti itu?” tanya Ibrahim Palino.

Selanjutnya, Parakkasi mengakui menyamarkan kata uang tersebut karena Sari Pudjiastuti sendiri merupakan seorang pejabat. Namun Parakkasi menegaskan kurang mengetahui peruntukan uang Rp 1 miliar tersebut.

Pengakuan Sari

Sari Pudjiastuti mengungkap uang Rp 1 miliar dari kontraktor H Momo tersebut untuk Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah. 

Hal ini diungkap Sari saat menjadi saksi pada sidang terdakwa kontraktor terpidana pemberi suap Agung Sucipto alias Anggu pada Kamis (27/5/2021).

Saat itu Sari mengungkapkan pernah diperintahkan Gubernur nonaktif Nurdin untuk meminta dana operasional Rp 1 miliar kepada kontraktor. 

Uang itu lalu diambil oleh Sari dari salah satu kontraktor yang bersedia memberikan.

“Jadi suatu ketika kami diminta ke rujab–rumah jabatan–oleh Gubernur melalui ajudan Pak Syamsul Bahri. Kami melaporkan progres lelang yang sementara berlangsung. Kemudian beliau membutuhkan operasional Rp 1 miliar. Jadi beliau tanya saya siapa yang bisa membantu?” ungkap Sari dalam persidangan.

Penulis : Redaksi

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah30 Juli 2026 17:31
Adnan Purichta Lantik Andi Muchtar Pimpin PMI Bulukumba, Tegaskan Jiwa Kemanusiaan Sang Bupati
BULUKUMBA, Trotoar.id – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf resmi mengemban amanah baru sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bul...
Daerah30 Juli 2026 17:26
Putra Luwu Utara Ciptakan Mobil Listrik Marlip, Bupati Andi Rahim Dorong Produksi di Daerah
MAKASSAR, Trotoar.id – Kabupaten Luwu Utara kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui inovasi putra daerahnya di sektor otomotif nasional. Ir...
Daerah30 Juli 2026 17:23
Bupati Luwu Terima Rekomendasi Kemendagri, Pembentukan Perseroda Selangkah Lebih Dekat
JAKARTA, Trotoar.id – Pemerintah Kabupaten Luwu semakin memantapkan langkah membentuk Perseroan Daerah (Perseroda) setelah menerima rekomendasi dari...
Hukum30 Juli 2026 15:02
Staf Administrasi KPK Jadi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
JAKARTA, Trotoar.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan seorang staf administrasi internalnya, Setya Budi Dias Oktavianto (DIS), sebagai...