Kepala Cabang Bank BUMN Akui di WA NA Soal Sisa Dana yang Dititipkan Salman

Nuralamsyah
Nuralamsyah

Kamis, 14 Oktober 2021 18:52

Terdakwa Kasus Dugaan Suap dan Gratifikasi Gubernur Sulsel Non Aktif Nurdin Abdullahn
Terdakwa Kasus Dugaan Suap dan Gratifikasi Gubernur Sulsel Non Aktif Nurdin Abdullahn

Trotoar.id, Makassar — Pengadilan Negeri Makassar Kembali menggelar sidang dugaan tindak pidana Korupsi dan Gratifikasi yang menyeret Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah.

Sidang ke 17 kalinya yang di gelar pada Kamis 14 Oktober, mengagendakan mendengarkan keterangan saksi, kali ini Kepala Cabang Bank Mandiri Ardi 

Dalam sidang Ardi mengaku pada tanggal 20 Desember 2020 tepatnya hari minggu sekitar pukul 16.00 Wita dirinya mendapat pesan singkat dari Nurdin Abdullah mengenai sisa uang yang dititip Salman Natsir kepada dirinya sebesar Rp1.2 Miliar 

“Pak Nurdin WhatsApp saya di hari itu(minggu 20 Desember 2020) dia bilang Pak Ardi nanti sisanya Uji (Fathul Fauzi Nurdin) yang urus,” Kata Ardi dalam memberikan keterangan di pengadilan Negeri Makassar

Ardi menceritakan asal muasal uang yang dititipkan dan diurus Uji berasal dari titipan uang yang dibawa oleh mantan ajudan Nurdin Abdullah M Salman Natsir yang jumlahnya Rp 2 Miliar 

Dimana pada hari Minggu Salman Natsir menemuinya di kantornya di Boulevard dan mengantarkan uang yang disimpan dalam koper, kemudian isi koper tersebut dihitung bersama dan jumlahnya tidak berkurang dari Rp2 Miliar

Setelah dihitung, Salman meminta uang Rp 400 juta ditukar dengan uang baru, kemudian uang yang ditukar di bawa Salman keluar dari kantornya 

Tak lama kemudian di hari yang sama, Salman kembali menemuinya dan meminta tambahan uang yang nilainya sama Rp 400 juta, namun stok uang baru di kantor Ardi tidak ada lagi sehingga ditukar uang setengah baru. 

“Salman setelah menyetorkan uang Rp 2 M, menukar Rp 800 juta, sebanyak dua kali, dan sisa dari uang itulah dititip ke saya, hingga mendapat WA dari Beliau (NA) sisanya diurus Uji,” Katanya

Sehari setelah Salman menitip uang kepadanya, anak bungsu Nurdin Abdullah Uji (Fathul Fauzi Nurdin) datang menghampirinya di kantornya dan menanyakan koper yang berisi uang tersebut

Uji kemudian meminta kepada Ardi untuk mentransfer uang sebanyak Rp 355 Juta kepada Erik Horas, setelah Itu Uji memintanya untuk membuka rekening baru batas nama Irham Samad,

Setelah itu, Uji memintanya mengisi rekening irham Samad uang sebesar Rp 797 Juta dan sisanya Rp 48 Juta diambil Uji. 

Pengakuan Ardi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap dan Gratifikasi yang menyeret Nurdin Abdullah Gubernur Non Aktif dan Mantan Sekretaris Dinas PUTR Edy Rahmat.

Diketahui Uji putra Bungsu Nurdin Abdullah sebelumnya ikut menjadi memberikan keterangan dalam sidang pada 12 Agustus 2021 lalu Uji mengungkapkan bahwa uang Rp 355 juta dan Rp 797 juta memang ia setorkan ke rekening atas nama Irham Samad dan Erik Horas. 

Setoran uang tersebut merupakan pembayaran atas pembelian dua unit jet ski dan mesin speed boat yang dipesannya. 

Penulis : Lutfi


 Komentar