Makassar—Aliansi Nelayan dan Pappalimbang (penyeberangan antar pulau) menggelar aksi demonstrasi di kantor Pertamina Jalan Garuda, Makassar.
Mereka mengecam penghapudan Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium.
Salah satu peserta aksi, Yudha, mengatakan bahwa ada banyak keluhan terkait penghapusan BBM Premium.
“Bahkan dianggap penghapusan ini merupakan regulasi atau kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat kecil karena tidak mempertimbangkan kondisi perekonomian masyarakat menengah ke bawah,” ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah dan pihak pertamina mesti mempertimbangkan daya beli masyarakat jika menghapuskan BBM Premium.
“Karena pada dasarnya di Kota Makassar tingkat perekonomian masyarakat masih dalam keadaan pemulihan dan belum seutuhnya mampu untuk membeli atau menggunakan pertalite sebagai bahan bakar mesin yang digunakan untuk mengais rejeki,” bebernya.
Terkhusus di sektor kelautan, kata dia, ada banyak nelayan yang menggantungkan hidupnya dengan kapal yang pada dasarnya kapal-kapal nelayan di Kota Makassar dengan buatan tahun 60-an.
“Kapalnya belum mampu menggunakan BBM Pertalite dan juga harga jual dari BBM Pertalite masih dianggap tinggi cost-nya,” tutupnya. [Alam]




Komentar