Polisi Sengaja ‘Tutup’ Kasus Pemerkosaan Puluhan Santriwati, DS: Jangan Karena Menyangkut Ustad, Terus Tidak di-Blow up

Awal Febri
Awal Febri

Jumat, 10 Desember 2021 23:28

Denny Siregar. (Int/Detikcom).
Denny Siregar. (Int/Detikcom).

BANDUNG—Pegiat Media Sosial, Denny Siregar atau DS, menanggapi cara polisi menangani kasus  pemerkosaan 12 santriwati oleh oknum Ustadz HW.

Perlu diketahui, Ustadz HW adalah pimpinan pesantren di Cibiru, Kota Bandung.

Denny menilai bahwa polisi haruslah melindungi korban, itu menjadi wajib.

Korban juga mesti diberikan pendampingan yang masif oleh kepolisian atas korban.

Selain itu, kata dia, kebutuhan pokok sang korban jug mestilah dipenuhi.

“Korban dilindungi, pak. Diberikan pendampingan. Kebutuhan pokoknya dipenuhi.,” cuit Denny.

Akan tetapi kasus ini, menurut dia, tak boleh ditutupi. “Tapi kasusnya jangan ditutupi. Jangan krn menyangkut ustad, trus tdk di blow up. Untung netizen jeli..,” demikian cuitan Denny Siregar di twitter, Jumat (10/12).

Sebelumnya, Polda Jabar mengakui sengaja tak memublikasikan kasus pemerkosaan belasan santriwati. 

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan ada beberapa pertimbangan sehingga kasus itu tak terpublikasi saat proses penyelidikan dan penyidikan.

“Kemarin itu (proses penyidikan dan penyelidikan sejak Juni 2021) kami tidak merilis ke media dan mengekspos kasus karena menyangkut dampak psikologi dan sosial yang menjadi korban. Kasihan kan mereka itu,” kata Kabid Humas Polda Jabar saat dihubungi wartawan melalui telepon, dikutip dari iNews. Kamis (9/12/2021).

Kombes Pol Erdi menyatakan, kasus asusila dengan terdakwa HW terungkap pada akhir Mei 2021 setelah korban melapor ke Polda Jabar. 

Setelah menerima laporan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Hasilnya, ternyata jumlah korban bukan satu, tetapi belasan. Sebanyak 12 korban santriwati diperkosa berulang kali oleh terdakwa HW selama lima tahun, sejak 2016 sampai 2021. 

Sedangkan beberapa santriwati lainnya hanya dicabuli, tidak sampai berhubungan intim. [Ltf]

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen16 April 2026 16:26
Sekwan Sulsel Klarifikasi Isu Belanja Rumah Tangga Pimpinan DPRD
MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Selatan memberikan klarifikasi terkait sorotan publik atas belanja rumah tangga pimpinan D...
Politik16 April 2026 16:19
Musda Golkar Sulsel Memanas, Sejumlah Nama Kuat Berebut Kursi Ketua
MAKASSAR, Trotoar.id  — Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April 2026 mulai meman...
Parlemen16 April 2026 16:08
Raker Perdana IPSI Makassar, Ketua Tekankan Soliditas dan Inovasi Program
MAKASSAR, Trotoar.id — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar menggelar rapat kerja (Raker) perdana kepengurusan di Hotel Grand Imawan, ...
Parlemen16 April 2026 16:04
DPRD Makassar Soroti Akta Kematian, Kunci Validitas Data Pemilih
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, menyoroti pentingnya pengurusan akta kematian sebagai bagian krusial dal...