JAKARTA—Ferdinand Hutahaean dipolisikan dua kali dalam sehari.
Pertama di Polda Sulsel, ada Brigade Muslim Indonesia Sulsel yang melaporkan Ferdinand pada Rabu (6/1).
Kemudian disusul oleh Ketua DPP KNPI, Haris Pertama beserta jajarannya melaporkan Ferdinand ke Bareskrim Mabes Polri, di hari yang sama.
Baca Juga :
Hal ini adalah dampak dari cuitan yang dianggap membuat gaduh.
Ketua DPP KNPI, Haris Pertama beserta jajarannya tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta sekitar pukul 14.30 WIB.
Haris beserta jajaran datang ke Bareskrim dengan tujuan melaporkan Ferdinand atas cuitan di Laman Twitter yang dianggap membuat gaduh masyarakat.
“Tujuan datang ke Bareskrim hari ini DPP KNPI ingin melaporkan Ferdinand Hutahaean karena twit dia yang benar-benar meresahkan dan merusak kesatuan serta membuat gaduh, Ferdinand tidak Pancasilais,” ujar Haris kepada wartawan, Rabu sore (5/1).
Menurut Haris, Cuitan Ferdinand merusak persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.
“Iya membanding-bandingkan dan itu juga merusak persatuan, kita melihat bagaimana tweet Ferdinand yang terakhir ini sudah sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat Indonesia,” terang Haris.
Dalam laporan ini, Haris mengaku membawa bukti berupa tangkapan layar atau screenshot cuitan Ferdinand di akun Twitter Ferdinand.
Dalam akun Twitter Ferdinand, dia menuliskan “Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela”.



Komentar