KESEHATAN

Covid-19 Naik, Plt Gubernur Sulsel Minta Perketat 5M Demi Hindari Kematian

Awal Febri
Awal Febri

Jumat, 28 Januari 2022 16:12

Seseorang yang berjalan di depan sebuah tembok yang berisi lukisan sebagai tanda bahwa tenaga kesehatan mengajak semua masyarakat Indonesia untuk lawan virus corona. FOTO: Istimewa.
Seseorang yang berjalan di depan sebuah tembok yang berisi lukisan sebagai tanda bahwa tenaga kesehatan mengajak semua masyarakat Indonesia untuk lawan virus corona. FOTO: Istimewa.

MAKASSAR – Indonesia kembali dihadapkan pada lonjakan kasus COVID-19 akibat varian Omicron. Jumlah kasus Covid-19 per 27 Januari 2022 dari data Covid19.go.id Kementerian Kesehatan sebanyak 8.077 kasus. 

trotoar.id

Dari jumlah tersebut, Jakarta dengan 4.149 kasus sebagai provinsi penyumbang kasus terbanyak. Sulsel dengan 20 kasus.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman kembali mengingatkan untuk memperketat protokol kesehatan 5M: Memakai masker; Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir; Menjaga jarak; Menjauhi kerumunan; serta Membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Kepada seluruh masyarakat untuk memperketat 5M dan pastikan sudah melakukan vaksin lengkap untuk menghindari fatality (kematian) ketika terpapar Covid-19 termasuk varian omicron yang memiliki kecepatan penyebaran tinggi,” kata Andi Sudirman Sulaiman.

Dari 20 kasus di Sulsel, 8 kasus di Kota Makassar dan 7 kasus di Barru. Sedangkan Gowa, Sinjai, Bone, Sidenreng Rappang dan Luwu Timur masing-masing 1 kasus. Adapun kasus Covid-19 selama sepekan fluktuatif. 21 Januari sebanyak 7 kasus, 22 Januari 8 kasus, 23 Januari 4 kasus, 24 Januari 9 kasus, 25 Januari 15 kasus dan 26 Januari 12 kasus. Terdapat 1 pasien meninggal pada 22 Januari.

Adapun, terkait Covid-19 varian Omicron, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta (27/2) masyarakat mengetahui ciri-ciri varian Omicron agar bisa melakukan pencegahan. Omicron sebutnya, memicu gejala ringan seperti flu biasa, batuk, dan demam dengan tingkat penularan yang cepat.

“Nanti kita akan melihat dalam waktu yang singkat kenaikan jumlah kasus yang cukup tinggi,” sebutnya dalam konferensi secara virtual, Kamis (27/1).

Ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati. 

“Yang paling penting selalu pakai masker, hindari kerumunan karena penularan akan semakin tinggi. Kalau bisa kerja di rumah, di rumah saja, tidak usah pergi kemana-mana karena resiko tertularnya sedang tinggi. Tapi kalau pun tertular tidak usah panik yang penting disiplin isolasi sendiri dan minum vitamin, jika ada gejala ringan minum obat,” pesannya. (Al/lt)

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen24 Agustus 2026 13:08
DPRD Sulsel Minta Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang Dikaji Mendalam
MAKASSAR, Trotoar.id  — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulawesi Selatan meminta pemerintah melakukan kajian secara menyeluruh sebelum menetapkan pem...
Uncategorized22 Agustus 2026 22:56
Atasi Krisis Air Petani, Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Sumur Bor untuk 40 Hektare Sawah di Gowa
GOWA, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan sumur bor kepada kelompok tani di Desa Bori Tallasa, Kecamatan Pallangga...
Parlemen22 Agustus 2026 18:24
Salman Alfarizi Karsa Serap Aspirasi Warga Tamamaung, Beasiswa Jadi Sorotan
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Salman Alfarizi Karsa, menyerap langsung aspirasi warga dalam kegiatan Pengawasan APB...
Nasional22 Agustus 2026 17:18
Presiden Prabowo Cek Langsung Karhutla di Kubu Raya, Perintahkan Tambah Pompa dan Sumur Bor
KUBU RAYA, — Presiden Prabowo Subianto turun langsung mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Ray...