Sempat landai

Makassar Naik Lagi ke PPKM Level 3, Epidemiolog Unhas: Kasusnya Masih Berlangsung Naik

Awal Febri
Awal Febri

Selasa, 15 Februari 2022 20:36

Seseorang yang berjalan di depan sebuah tembok yang berisi lukisan sebagai tanda bahwa tenaga kesehatan mengajak semua masyarakat Indonesia untuk lawan virus corona. FOTO: Istimewa.
Seseorang yang berjalan di depan sebuah tembok yang berisi lukisan sebagai tanda bahwa tenaga kesehatan mengajak semua masyarakat Indonesia untuk lawan virus corona. FOTO: Istimewa.

MAKASSAR, trotoar.id—Kota Makassar kembali memasuki level tiga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) .

Hal ini sesuai yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 11 tahun 2022.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh OPD dalam menghadapi gelombang ketiga pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Makassar dr Nursaidah Sirajuddin mengatakan vaksinasi harus dikebut.

Selain itu, protokol kesehatan harus dimaksimalkan untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19 secara terus-menerus.

Untuk data Keterisian Tempat Tidur atau bed occupancy ratio (BOR) kata Ida untuk saat ini masih dalam batas aman.

“Karena kemarin data BOR yang di nasional untuk Makassar itu 7,3. Jadi masih terbilang aman untuk saat ini,” kata Ida sapaannya, Senin, (14/2/2022) kemarin.

Terpisah, Epidemiolog Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Ridwan Aminuddin ingatkan lonjakan kasus Covid-19 tiga sampai empat pekan ke depan.

“Ini kasusnya masih berlangsung naik. Tiga sampai empat pekan ke depan masih tumbuh,” katanya Kamis, (10/2/2022) lalu.

Dia mengatakan, Makassar sebagai episentrum untuk Covid-19. Sebanyak 60 persen kasus di Sulsel ada di Makassar dengan cakupan vaksin yang cukup besar.

“Posisi Makassar yang menentukan. Pertama kepadatan penduduk. Mobilitas penduduknya tinggi. daerah terbuka dengan mobilitas. Kasus meningkat juga sangat terbuka, tinggi. Sehingga perlu upaya strategis khusus untuk menekan laju pertumbuhan kasus itu,” sebut Ridwan.

Dia menyebut, masih ada sekelompok orang yang belum mendapatkan vaksin, apalagi dosis kedua belum dapat.

“Belum merata tingkat efektivitas perlindungan vaksin itu pada tingkat populasi. Kemudian kasus ini meskipun sudah dapat vaksin dua kali, peluang untuk terpaparnya juga masih ada,” ujarnya.

Penulis : Ah/Lt

 Komentar

Berita Terbaru
Politik08 Juli 2026 16:08
Genderang Musda XI Golkar Sulsel Ditabuh, Pendaftaran Bakal Calon Ketua Resmi Dibuka
Makassar, Trotoar.id — Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan resmi mengumumkan jadwal pengambilan dan ...
Daerah07 Juli 2026 21:32
Diskominfo Bulukumba Monev Website Desa, Dorong Transparansi dan Transformasi Digital
BULUKUMBA, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus mendorong penguatan tata kelola pemerintahan desa berbasis digital. Melalui Dinas Pembe...
Daerah07 Juli 2026 21:30
Porsenijar PGRI 2026 Ledakkan Ekonomi Sidrap: Rp4,26 Miliar Berputar, Jalanan Lumpuh Diserbu 75 Ribu Pengunjung
SIDRAP, Trotoar.id — Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) PGRI 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tak sekadar sukses sebagai ajang kompe...
Metro07 Juli 2026 16:20
Seleksi Transparan, Pimpinan BAZNAS Makassar 2026–2031 Fokus Digitalisasi dan Penguatan Data
Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar memastikan proses seleksi Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode 2026–2...