
Makassar, trotoar.id – Tepat pada Rabu Malam (9/3/2022) seorang warga sipil bernama Zulkifli (30) tertembak oleh seseorang yang diduga adalah polisi.
Malam itu cukup mencekam. Tak lama setelah kejadian, si terduga pelaku penembakan pun pelan-pelan disebutkan berinisial AA.
Orang yang diduga pelaku itu juga disebutkan berpangkat Bripka yang bertugas di bawah Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel), tepatnya di Polres Kabupaten Gowa.

Peristiwa tersebut terjadi tepat di Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Kota Makassar.
Polda Sulsel tak menyangkali penembakan tersebut. Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana.
Bahwa penembakan tersebut terjadi lantaran posisi terduga pelaku saat itu sedang dalam bahaya atau terancam, demikian diterangkan oleh Kombes Komang.
Polisi berpangkat Bripka itu diduga hendak ditusuk dengan menggunakan senjata tajam jenis badik oleh Zulkifli, sehingga terduga pelaku mengambil sikap membela diri.

“Anggota mau ditusuk badik,” kata Kombes Komang kepada Kumparan, dikutip trotoar.id.
Komang menjelaskan bahwa sebelum hal itu terjadi, oknum polisi itu menuju lokasi kejadian bersama tiga orang lainnya.
Lalu sesampainya di lokasi, mereka bertemu dengan orang bernama Zulkifli yang merupakan korban penembakan itu.
Komang juga menyebutkan bahwa korban saat itu diduga sedang dalam kondisi mabuk.
Kemudian sebelum ada penembakan itu, mereka diduga sempat terlibat cekcok.
Akan tetapi, korban diduga menyerang pelaku dengan menggunakan badik yang dibawanya.
Bermaksud membela diri, oknum polisi itu pun mengeluarkan tembakan peringatan.
“Tapi tidak diindahkan (oleh korban),” kata Komang, “Sehingga terjadilah itu (penembakan).”
Bripka AA Diperiksa Propam
Kombes Komang menambahkan bahwa saat ini oknum anggota Bripka AA tengah diperiksa oleh Divisi Propam.
Tujuannya, kata Komang, untuk dicari tahu apa penyebab terjadinya peristiwa tersebut.
“Propam mendalami motif sebenarnya,” bebernya. Kamis (10/3).


Komentar