Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo (bertopi merah).
Makassar, trotoar.id – Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo mensuport penuh Ketua LPM Kelurahan Untia, Dinasruddin Bundu untuk terus menanam mangrove di Desa Wisata Untia, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya Makassar.
Hal ini setelah Legislator dua periode itu mendengar cerita dan motivasi Dinasruddin Bundu (penduduk asli Untia) yang tak henti-hentinya menanam mangrove dengan alasan mencegah pembangunan dari pemodal besar.
“Kami support ki, lanjutkan terus penanaman. jangan biarkan adanya pembangunan yang ujungnya merusak pemukiman warga pesisir,” tegas Politisi Partai NasDem itu, di Desa Wisata Untia, Kelurahan Untia Makassar, Sabtu (26/3/2022).
Pemilik Tagline Anak Rakyat itu mengatakan pihaknya akan terus di samping masyarakat Untia jika di kemudian waktu terdapat pemodal hendak melakukan pembangunan yang berpotensi merugikan masyarakat. Apalagi jika merusak hutan mangrove yang saat ini telah menjadi rujukan banyak peneliti.
“Apapun alasan pembangunan itu jika akan mengakibatkan kerusakan lingkungan seperti abrasi dan banjir tidak boleh ada jalan,” tegas RL sapaan akrab Rudianto Lallo.
Keberadaan kawasan hutan mangrove, lanjut Ketua Bappilu Partai NasDem Sulsel itu telah memiliki manfaat yang sangat besar bagi lingkungan hidup diantaranya, sebagai tumbuhan yang mampu menahan air laut agar tidak mengikis tanah di garis pantai.
“Mangrove Ini penting kita jaga bersama-sama. kita menjaga kelestariannya utamanya dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” ucap RL.
Sebelumnya Ketua LPM Kelurahan Untia Dinasruddin Bundu mengatakan mangrove telah menjadi perlindungan utamanya dari segala potensi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh alam. Tapi saat ini motivasi untuk terus menanam mangrove untuk mencegah pengembang masuk di wilayah yang telah dijaga sejak era 1998 itu.
“Awal mulanya kami menanam mangrove itu sejak 1998, angin kencang disertai ombak besar memporak-porandakan rumah saya dan warga yang tinggal disekitar pantai. Pasca kejadian itu, kami bersama puluhan warga menanam dengan tujuan mencegah abrasi, tapi sekarang bukan abrasi yang ditakutkan, tapi masuknya pembangunan yang bisa membuat daerah kami rawan banjir,”ujarnya.
Dihadapan orang nomor satu DPRD Makassar, Dinasruddin menyebutkan beberapa wilayah yang berdampingan dengan Untia telah rusak karena dampak bangunan yang baru. Pembangunan baru timbunannya lebih tinggi dari pemukiman sehingga disaat musim hujan atau pasang air laut mengakibatkan banjir.
“Masalah ini kami ingin hindari. upaya kami mencegahnya dengan terus menanam mangrove. Bahkan hutan ini telah kami usulkan sebagai kawasan hutan lindung di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup pada 2014 lalu,” kata Dinas panggilan Akrab Dinasruddin.
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (Anniversary)…
Walikota .akadsar, Munafri Arifuddin
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan…
JENEPONTO, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan fokus…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang yang juga Ketua Harian Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Selatan,…
This website uses cookies.