Setelah 24 Jam, Korban yang Tenggelam di Sungai Bialo Ditemukan

Fadli
Fadli

Jumat, 22 April 2022 03:32

Bupati Bulukumba saat meninjau warganya tenggelam di Sungai.
Bupati Bulukumba saat meninjau warganya tenggelam di Sungai.

Bulukumba, trotoar.id – Innalillahi Wainnailaihi Rajiun, setelah 24 jam lebih, akhirnya Tim SAR Gabungan menemukan Ramadan (8) korban tenggelam di Sungai Bialo, Kabupaten Bulukumba, Kamis sore, 21 April 2022.

Rama panggilan akrab Ramadan ditemukan sudah tak bernyawa oleh tim yang melakukan penyelaman. Tangis keluarga dan warga pun pecah saat detik-detik korban dievakuasi ke pinggir sungai.

Sebelumnya sekitar satu jam setengah setelah Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf meninjau proses evakuasi pencarian bocah laki-laki tersebut, Ramadan yang tenggelam di Sungai Bialo, Desa Paenre Lompoe, Kecamatan Gantarang pada Rabu (20/4/22) siang akhirnya ditemukan tak bernyawa.

Rama yang domisili di Desa Polewali Kecamatan Gantarang diduga tenggelam karena terpeleset ke Sungai Bialo yang kedalamannya sekitar 7 meter. Ia bersama temannya akan memancing di sungai tersebut.

Andi Utta sapaan akrab Bupati saat meninjau lokasi tenggelamnya Rama menginstruksikan agar bagian hulu lokasi tersebut, untuk sementara dibendung supaya dapat menahan dan mengalihkan arus air dengan menggunakan alat berat, guna memudahkan para penyelam melakukan pencarian.

“Jika tim SAR kesulitan melakukan pencarian, kita bendung dulu bagian atas, lalu kita sedot airnya,” kata Andi Utta saat melakukan peninjauan.

Atas peristiwa tersebut, Andi Utta meminta untuk mengambil pembelajaran agar orang tua memperketat pengawasan kepada anak-anaknya saat bermain, khususnya di lokasi bantaran sungai.

“Kita tidak menginginkan kejadian seperti ini terjadi lagi, yang menyebabkan korban jiwa,” ungkapnya.


Setelah menerima laporan jika bocah Rama sudah ditemukan, Andi Utta menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh tim SAR Gabungan yang telah bekerja lebih 24 jam melakukan pencarian korban.

Selanjutnya, terkait lokasi tenggelamnya Rama yang merupakan bekas tambang galian, Andi Utta mewanti-wanti agar para penambang untuk memperhatikan aspek lingkungan, apalagi sampai harus merusak seperti lokasi tersebut yang kedalamannya sudah mencapai 7 meter lebih tanpa memikirkan apa dampaknya.

“Olehnya itu saya mengajak para pengusaha tambang, agar tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, jangan membiarkan ada kedalaman melebihi 2 sampai 3 meter,” imbuhnya.

Andi Utta mengaku, tidak adanya kontrol terhadap aktivitas tambang oleh karena kewenangan itu sudah diambil alih pemerintah pusat. Ia berharap ke depan kewenangan itu kembali ke daerah sehingga pemerintah daerah mampu mengendalikan aktivitas pertambangan, khususnya lokasi-lokasi yang mana boleh dan tidak boleh dilakukan aktivitas tambang.(*)

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah06 Desember 2022 16:52
Tangani Inflasi, Pemkab Luwu Serahkan Bantuan Bibit Cabai Dan Itik Ke Petani
Trotoar.id, Luwu, - Menindaklanjuti arahan Presiden RI, Joko Widodo yang mengharapkan pemerintah daerah melakukan penanganan atas terjadinya inflasi a...
News06 Desember 2022 16:30
Pemerintah Australia Anugerahi Andika Perkasa Penghargaan kehormatan Order of Australia (Divisi Militer)
Trotoar.id, Makassar -- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Andika Perkasa dianugerahi salah satu penghargaan tertinggi Australia pada ...
Politik06 Desember 2022 15:49
Anies Baswedan Bakal ke Makassar Sapa Masyarakat Sulsel 10-11 Desember, Terbuka untuk Umum!
Trotoar.id, Makassar - Kandidat presiden Partai NasDem Anies Baswedan dijadwalkan menyapa masyarakat Sulawesi Selatan pada rapat akbar di gedung Celeb...
Daerah06 Desember 2022 15:47
Ustad Das’ad Latif Akui Peran Bupati Bantaeng Jaga Kebersamaan di Bantaeng
Trotoar.id, Bantaeng -- Pendakwah kondang asal Sulawesi Selatan, Ustad Das'ad Latif membawakan tausiah Tabligh Akbar di Masjid Agung Syekh Abdul Gani,...