Pemkab Bulukumba

Sekdes Bontomanai Bantah Warganya Tinggal di Bekas Kandang Ayam

Suriadi
Suriadi

Rabu, 27 April 2022 21:12

Sekdes Bontomanai Bantah Warganya Tinggal di Bekas Kandang Ayam

Bulukumba, trotoar.id – Beberapa media telah memberitakan adanya warga Desa Bontomanai Kecamatan Rilau Ale tinggal di gubuk bekas kandang ayam dan bahkan disebut tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah, termasuk BPNT.

Atas pemberitaan ini, Sekretaris Desa Bontomanai M. Ridwan angkat bicara dan membantah keterangan tersebut. Pihaknya juga bersama dengan Dinas Sosial Bulukumba telah melakukan kunjungan ke rumah warga tersebut yang bernama Diah, seorang janda tua yang tinggal bersama satu orang anaknya, Rabu 27 April 2022.

M. Ridwan mengatakan, tidak benar nenek Diah tinggal di rumah bekas kandang ayam. Diceritakan rumah tersebut dibangun di lahan milik Tamin yang dulu merupakan lokasi kandang ayam. Hanya saja memang tiang dari rumah tersebut adalah bekas tiang dari bangunan kandang ayam.

“Kandang ayamnya sudah dibongkar, tapi tiangnya digunakan bangun rumah untuk nenek Diah,” tukasnya.

Lebih jauh, Ridwan jelaskan jika Diah dulunya adalah perantau dari Malaysia, lalu ketika pulang kampung, ia tidak memiliki rumah sebagai tempat tinggal. Beberapa tahun nenek Diah harus numpang di kerabatnya. 

Nanti nenek Diah memiliki kediaman sendiri, setelah pemilik lahan, Tamin yang mempekerjakan putra dari Diah sebagai buruh tani inisiatif membangun rumah di lahan bekas kandang ayamnya tersebut.

Ridwan juga membantah jika nenek Diah tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Nenek Diah lanjutnya selama ini menerima bantuan BLT dari Pemerintah Desa Bontomanai. Bahkan jika ada bantuan dari donatur atau relawan, nenek Diah adalah warga yang diprioritaskan untuk menerima bantuan tersebut.

“Nenek Diah memang tidak menerima BPNT, tapi ia penerima bantuan dari BLT Desa,” jelasnya.

Penyebab nenek Diah tidak menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kata Ridwan karena yang bersangkutan pernah merantau dan belum sempat  terdaftar di DTKS, makanya ia hanya menerima bantuan dari skema BLT Desa.

Pihak Pemerintah Desa Bontomanai, tambahnya pernah merencanakan untuk bedah rumah menggunakan anggaran dari dana desa, namun pihaknya terbentur pada aturan harus berada di lahan milik sendiri.

“Kita pernah mau bantu bedah rumahnya, tapi terbentur persyaratan harus di lahan milik sendiri,” bebernya.

Ridwan juga menyayangkan adanya pemberitaan sepihak tanpa konfirmasi atau penjelasan dari pemerintah setempat, sehingga informasi tersebut tidak berimbang. (*)

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Metro10 Juli 2026 16:00
Aliyah Mustika Ilham Terima Tiga Kepala Daerah, Bahas Kolaborasi UMKM hingga Pengentasan Kemiskinan
Makassar, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi tiga kepala daerah, yakni Bupati ...
Metro10 Juli 2026 15:57
Pemkot Makassar Tata Pasar Senggol, Kini Lebih Rapi, Tertib, dan Nyaman
Makassar, Trotoar.id— Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Pasar Makassar Raya terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kawasan perdagan...
Parlemen10 Juli 2026 15:54
DPRD Sulsel Soroti Proyek Bendung Lalengrie Ujung Lamuru, Dinilai Mubazir dan Layak Diaudit
Makassar, Trotoar.id — Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Asni, menilai penganggaran proyek bendung di...
Daerah10 Juli 2026 15:48
Sri Suparni Bahlil Salurkan Bantuan Energi di Barru, Dorong Akses Listrik dan Penerangan Berbasis Energi Terbarukan
BARRU, Trotoar.id — Penasehat DPW Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sri Suparni Bahlil, menyerahkan bantuan Penerangan Jalan Umum T...