Makassar, trotoar.id – Jalan Antang Raya Sungguh sempit. Kurang dari 8 meter. Kondisinya memprihatinkan. Lubang menganga di mana-mana, menghadang pengendara.
Belum lagi jika hujan turun, lubang yang tertutup air membahayakan pengguna jalan. Khususnya pengendara motor.
‘’Kasian kami ini rakyat kecil. Jangankan kesejahteraannya, jalan umum yang jadi kewenangan Pemerintah Provinsi saja tidak diperhatikan. Jadi, bapak-bapak pejabat, kalau pidato janganmi umbar kata kesejahtreraan rakyat. Bohong itu semua,” cetus Muhtar, warga Antang yang pernah mengalami kecelakaan akibat terperosok di ranjau jalan berlubang yang tergenang air saat hujan.
Poros jalan tersebut tiap hari macet. Ribuan pengendara melewati jalur ini. Termausk jalur mobil truk sampah menuju TPA, Tamangapa. Belum lagi mobil-mobil truk yang mengangkut timbunan dari kabupaten tetangga.
Di kawasan ini tak pernah terlihat polantas dan petugas Dinas Perhubungan mengatur arus lalulintas. Yang diatur kebanyakan jalan-jalan poros yang dilalui para pejabat.
‘’Kita di Antang ini hanya didatangi kalau menjelang Pilkada. Tidak pernah ada pejabat-pejabat yang datang jenguk kami setelah itu. Padahal banyak anggota DPR yang tinggal di sini,” ungkap Ahmad warga Biring Romang.



Komentar