News

WR III UNM Tegaskan Predator Pelecehan Seksual Harus Diberikan Sanksi Tegas: Perlunya SOP!

Awal Febri
Awal Febri

Selasa, 31 Mei 2022 13:18

Gedung Phinisi UNM. (TROTOAR.ID).
Gedung Phinisi UNM. (TROTOAR.ID).

Makassar, trotoar.id – Sejatinya kampus sebagai tempat menimba ilmu dan pengetahuan. Namun perlakuan tidak senonoh oleh oknum dosen di sejumlah perguruan tinggi menambah panjangnya rentetan kasus pelecehan terhadap perempuan, Selasa (31/05/2022). 

Seperti yang dialami salah satu mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM) yang curhat melalui media sosial mengaku pernah dilecehkan oleh seorang dosen pembimbingnya yang kini sedang viral diperbincangkan netizen. 

Hal itu terjadi ketika mahasiswa tersebut bimbingan di ruang kerja pelaku, dengan modus untuk konsultasi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III UNM, Prof. Dr. H. Sukardi Weda sangat menyayangkan apabila benar terjadi kejadian tersebut di kampus yang digelari kampus pendidikan. 

Menurut Sukardi Weda, pelecehan seksual merupakan perbuatan tidak menyenangkan yang seringkali terjadi, baik di ruang publik maupun di ruang-ruang tertentu yang jauh dari keramaian, seperti ruang kerja seseorang. 

Pelecehan seksual juga acapkali terjadi di lembaga pendidikan, tak ketinggalan di perguruan tinggi. 

“Sejatinya perguruan tinggi adalah tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan pendidikan (karakter) bagi mahasiswa, hanya saja acapkali terjadi pelecehan seksual yang dilakukan oleh civitas akademika kampus, baik itu terjadi atas perbuatan mahasiswa kepada teman sebayanya, oleh tenaga kependidikan kepada mahasiswa dan teman kerjanya, tak ketinggalan oleh dosen kepada mahasiswa dan bahkan kepada rekan kerjanya,” ujarnya. 

Pelecehan seksual yang seringkali dialami oleh mahasiswi, saat bimbingan skripsi atau pada kegiatan lain yang memberikan ruang kepada sang predator untuk melakukan aksinya. 

“Mengingat seringnya terjadi pelecehan seksual tersebut, maka pelaku perlu diberikan sanksi tegas sesuai dengan perbuatannya sebagai efek jera dan menjadi warning kepada predator lainnya untuk tidak melakukan hal yang sama. Perlu juga kebijakan dan SOP pembimbingan skripsi di lingkungan perguruan tinggi, seperti tempat bimbingan di ruang terbuka, bukan ruang kerja yang tertutup rapat,” ungkap Sukardi Weda. (Al/As)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro26 Mei 2026 11:53
Pemprov Sulsel Tegaskan Seleksi Paskibraka Transparan, Bantah Isu Penggantian Peserta
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional ...
Daerah26 Mei 2026 00:38
Bulukumba Berkurban 1.936 Ekor, Sapi Bantuan Presiden Tembus 914 Kg
BULUKUMBA, TROTOAR ID — Kabupaten Bulukumba mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026. Total sebanyak 1.93...
Daerah26 Mei 2026 00:32
Shalat Idul Adha Dipusatkan di Kantor Bupati dan Gedung Ammatoa
BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bulukumb...
Politik25 Mei 2026 23:50
Golkar Sulsel Tebar 6 Sapi Kurban, Diingatkan Tak Sekadar Seremonial
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026...