Trotoar.id, Makassar,- Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel meninjau langsung kesiapan proses pendaftaran Siswa Baru tahun ajaran 2012/2013
Peninjauan dilakukan di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi selatan jalan Perintis kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar
Anggota Komisi E Ismail Bachtiar mengungkapkan hal yang utama ditinjau terkait soal kemampuan server penerimaan pendaftaran siswa baru, yang akan dilakukan secara serentak
Baca Juga :
“Kita Ingin pastikan server pendaftaran siswa baru apakah mampu menerima jutaan pendaftar, karena yang lalu keluhan downnya server yang menjadi masalah, ” Kayanya
Sehingga DPRD ingin memastikan kapasitas server yang digunakan Dinas Pendidikan dalam menerima pendaftaran siswa baru ya g dilakukan secara Online
Apa lagi untuk pengadaan server pemerintah mengalokasikan anggaran yang cukup besar, bahkan mencapai Rp 2 Miliar
“Kalau tidak salah, pagu anggarannya sekitar Rp 2 Miliar,” sambung Ismall Bachtiar anggota Komisi E
Apa lagi tambahnya kacaunya server dan sistem aplikasi mengakibatkan jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Provinsi Sulsel 2022 tingkat SMA/SMK molor.
Jalur Boarding School dan SMK Jalur Afirmasi, Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali, Jalur Anak Guru, Jalur Mitra DUDI serta Jalur Prestasi Non Akademik yang mestinya dibuka tanggal 20-22 Juni 2022 harus diperpanjang hingga 24 Juni.
“Ini kesalahan paling fatal dilakukan oleh Disdik Sulsel karena bermitra dengan pihak ketiga yang tidak profesional. Kita segera panggil,” tegas dia.
Sekretaris Disdik Provinsi Sulsel yang juga merupakan Ketua Panitia PPDB Provinsi Sulsel 2022, Harpansa yang menerima kedatangan komisi E menyampaikan permohonan kepada masyarakat Sulsel, khususnya kepada calon siswa dan orang tua calon siswa atas kendala yang muncul selama proses pendaftaran online.
“Panitia PPDB akan selalu mengawal kegiatan ini dan memantau setiap saat. Kami sendiri selalu berada di posko induk atau di gedung guru yang kita jadikan sebagai pusat kegiatan PPDB tingkat Provinsi. Kami selalu berada di situ memantau setiap perkembangan, seluruh permasalahan yang terjadi kita terima”, ujar Harpansa.
Harpansa menambahkan, semua masukan tersebut telah dirangkum dan dievaluasi serta segera menghubungi penyedia layanan.
“Setiap saat kita melakukan kontak, baik via WhatsApp (WA) maupun melalui telepon, kemudian di malam hari kita melakukan zoom. Kita sudah sampaikan keluhan-keluhan ini dan kita dijanjikan untuk diperbaiki. Tadi mulai dari jam enam sampai jam delapan pagi kita kembali melakukan pertemuan secara virtual, kita diberikan jaminan bahwa Insya Allah sudah bagus dan langsung disimulasikan di situ,” jelasnya.




Komentar