Trotoar.id, Makassar – Kasus penyakit hewan ternak Mulut dan Kuku (PMK) kini telah masuk ke wilayah Sulawesi Selatan, hingga menjadikan Sulsel sebagai Wilayah Zona Merah
Bahkan kasus PMK ditemukan di sejumlah daerah di Sulsel seperti di Toraja Utara, Tana Toraja, Bone, Bantaeng Jeneponto dan Makassar
Hingga jumlah hewan ternak yang terinfeksi PMK berjumlah 170 Ekor sapi yang terinfeksi penyakit Kuku dan Mulut.
Kepala Dinas Peternakan Sulsel Nurlina Saking menyebutkan saat ini ada 174 ekor sapi yang telah dinyatakan terinfeksi PMK
“Sudah ada 173 ekor sapi yang terinfeksi kasus PMK di Sulsel,” Katanya
Dia merincikan jika dari jumlah tersebut ada 110 Ekor sapi yang terinfeksi PMK berada di kabupaten Toraja Utara, 28 ekor di Tana Toraja, 22 Ekor di Bone, 10 Ekor di Bantaeng, 2 Ekor di Jeneponto, dan 1 Ekor di Makassar
Di tempat terpisah, Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Fermina Tallulembang berharap Pemerintah bisa mengambil Langkah cepat atas penularan kasus PMK di Sulsel
Jangan sampai Kasus PMK akan merugikan peternak dam masyarakat Sulawesi Selatan, sehingga harus ada langkah kongkrik diambil Pemerintah untuk kasus tersebut
“Ini sudah luar biasa kalau jumlahnya capai 173 ekor, kita harap Pemerintah cepat mengambil langkah-langkah kongkrik jangan sampai hal itu akan menyebar luas dan merugikan Peternak,” Katanya
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas langkah…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang, Usman Marham, mengajak seluruh kader…
MAKASSAR, Trotoar.id — DPRD Provinsi Sulawesi Selatan mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat akomodasi…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memaparkan program strategis peningkatan produktivitas pertanian…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sidenreng Rappang terus diperkuat melalui pendekatan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyoroti mekanisme penyaluran bantuan yang dikelola Biro Kesejahteraan…
This website uses cookies.