
Trotoar.id, Makassar — Wakil ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan darmawan Aras meminta pemerintah Pusat untuk menjelaskan alasan mengeluarkan proyek pembangunan Tol Mamminasata dari daftar Proyek Strategis Nasional tahun 2022.
Hal itu diungkapkan AIa sapaan Andi Iwan dalam rapat kerja Komisi V bersama dengan kementerian PUTR yang ditayangkan dalam Channel Youtube TV Parlemen, Rabu 31 Agustus 2022
Pada kesempatan tersebut, Andi Iwan Darmawan Aras meminta penjelasan kepada Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR mencoret Tol Mamminasata dari Proyek Strategis Nasional.

“Kami minta penjelasan Pak Dirjen mengapa proyek Tol Mamminasata di Sulsel dikeluarkan dari PSN. Apa penyebabnya hingga dicoret,” kata Andi Iwan Aras.
Anggota DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan Sulsel II tersebut, menyebutkan proyek Tol mamminasata merupakan proyek infrastruktur yang menghubungkan tiga daerah di Sulsel, Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar.
Tol Mamminasata yang menghubungkan tiga daerah di sulsel menjadi salah satu dari 12 jalan tol yang akan dibangun pada tahun 2021.
“Tol Mamminasata akan mempermudah masyarakat di Tiga daerah beraktivitas, karena dari kabupaten Takalar dan Sungguminasa jika hendak ke Bandara masyarakat membutuh waktu 1-3 Jam, namun jika melalui tol maka waktu dapat dipangkas hingga 30 hingga 1 jam,” Katanya

Selain itu, Politisi partai gerindra ini juga diketahui selama ini ikut memperjuangkan sejumlah pembangunan infrastruktur yang yang berada di Sulsel, termasuk pembangunan sejumlah jembatan untuk memudahkan aktivitas masyarakat.
Salah satu hal yang juga ikut dipertanyakan dalam rapat kerja, bersama kementerian PUTR yakni pembangunan jembatan 45 yang berada di kabupaten Wajo, sebab tanpa jembatan masyarakat menempuh waktu 30 menit perjalanan untuk sampai di daerah seberang
“Kami butuh diskresi Pak Dirjen. Jarak tempuh kecamatan makan 30-45 menit, tapi kalau jembatan ini jadi maka 5 sampai karena dipisahkan sungai. Kalau turunan UU jalan belum turun, kira-kira dalam diskresi bina marga bisa tidak Pak,” Tanya Andi Iwan.


Komentar