Trotoar.id — Aliansi Advokat Anti Hoax melaporkan pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, dan mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara dilaporkan ke Bareskrim Polri.
Kedua pengacara tersebut dilaporkan atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoax terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Laporan ke bareskrim dilakukan ketua umum aliansi Advokat Anto Hoax, Zakaruddin pada 31 Agustus 2022, dengan sangkaan dugaan pelanggaran pasal 14 dan pasal 15 Kitap Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
Baca Juga :
Laporan aliansi yang dipimpin Zakaruddin itu diterima dan teregistrasi oleh bareskrim dengan: STTL/315/VIII/2022/BARESKRIM.
“Terkait pemberitaan-pemberitaan dari bulan Juli sampai Agustus kan berseliweran dari dua orang ini pemberitaannya, baik mengarah kepada Brigadir Yosua maupun kepada kepribadian FS (Ferdy Sambo) dan PC (Putri Candrawathi)” kata Zakirudin, Jumat 2 September 2022 dikutip detik.com.
Zakarudin mengungkapkan, jika Kamaruddin Simanjuntak dilaporkan ke Bareskrim atas sejumlah pernyataan soal sejumlah luka di tubuh Brigadir Yosua, salah satunya mengenai luka sayatan hingga jeratan leher pada jenazah Brigadir J.
Sementara Deolipa Yumara terkait kabar istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi berhubungan intim dengan Kuat Ma’ruf. dimana adegan tersebut di pergoki oleh Brigadir Yosua.
“Untuk Kamaruddin kan bicara, antara lain di beberapa media online dia mengatakan ada sayatan, pada jari-jari hancur, katanya telah ditembak, ada jeratan leher, semacam itu kan sebenarnya tidak sesuai dengan hal autopsi yang dikeluarkan lembaga berwenang dari Forum Laboratorium Forensik. Itu sudah dibantah langsung,” jelasnya.
“Itu kan penggiringan opini semacam ini untuk membangun suatu kebencian kepada pihak keluarga ini. Itu sudah menyerang kepada kepentingan pribadi, personal,” sambungnya.
“Kemudian, Deolipa lebih sadis lagi bicaranya. Seperti LGBT, persetubuhan. Pemberitaan katanya si Kuat Ma’ruf dengan PC itu making love, diketahui oleh Brigadir Yosua. Jadi ini kan timbul spekulasi-spekulasi liar, padahal itu semua tidak benar,” ujar Zakarudin.




Komentar