HMI

Tolak BBM Naik, HMI Gowa Raya sebut Jokowi-Ma’ruf Zalimi Rakyatnya

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 03 September 2022 23:22

Ketum HMI Cabang Gowa Raya Ardiansyah, akrab disapa Ardi. (*)
Ketum HMI Cabang Gowa Raya Ardiansyah, akrab disapa Ardi. (*)

Trotoar.id, Gowa – Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Gowa Raya mengecam keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memangkas subsidi energi sehingga naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar dan Pertamax pada Sabtu, 3 September hari ini.

“Kami HMI Gowa Raya menolak dan mengecam kenaikan harga BBM. Mencabut subsidi BBM merupakan bentuk kezaliman paling nyata rezim Jokowi dan Ma’ruf Amin terhadap rakyatnya. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un,” kata Ketua Umum HMI Gowa Raya, Ardiansyah Rajjako, Sabtu.

Ardiansyah menegaskan bahwa sejak awal HMI menolak kenaikan harga BBM subsidi. Menurutnya, kenaikan BBM akan berefek terhadap meroketnya harga kebutuhan pokok serta memicu pergolakan ekonomi.

Baca Juga  Kompetisi Sociopreneurship Jadi Rangkaian Milad HMI ke-75

“Dan itu akan menambah penderitaan ratusan juta penduduk Indonesia yang belum usai akibat pandemi corona. Jokowi dan Ma’ruf Amin mengorbankan rakyatnya dengan dalih pengehematan APBN. Inilah salah satu keputusan paling jahat dari rezim oligarki,” katanya.

Menurut Ardiansyah masih banyak anggaran sektor lain yang bisa dipangkas untuk menjaga APBN tetap “sehat”, dibanding mengurangi subsidi sektor energi.

Dia menyebut mengurangi belanja ASN, memotong tunjangan anggota dewan dan mengalihkan anggaran proyek strategis nasional, bisa menekan keboncoran anggaran negara. Apalagi saat ini, harga minyak mentah dunia sedang turun.

Baca Juga  Bersama Konstituennya, Anak dari Besan SYL Siap Menangkan Danny-Fatma

Selain itu, HMI Gowa Raya menilai, bantuan langsung tunai (BLT) sebagai pengganti dipangkasnya subsidi energi merupakan solusi palsu dan cenderung membodoh-bodohi masyarakat.

“BLT itu solusi palsu yang ditawarkan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Mana cukup dengan Rp600 ribu, tidak cukup satu minggu sudah habis. Kebijakan seperti ini juga, mohon maaf, membodohi masyarakat dan selalu tidak tepat sasaran,” jelas Ardiansyah.

Maka dari itu, Ardiansyah menyerukan kepada seluruh anggota HMI Cabang Gowa Raya untuk melakukan perlawanan menolak kenaikan harga BBM.

Baca Juga  Gebyar Olahraga Tradisional 353 Tahun Sulsel, Gubernur Menang Tarik Tambang

“Kami meminta seluruh kader HMI sehimpun se-cita untuk turun ke jalan menentang kenaikan harga BBM dan melawan rezim oligarki saat ini. Menyuarakan penolakan merupakan jalan-jalan satu-satunya demi tewujudnya masyarakat adil makmur. Jika harga BBM tetap naik, maka kami tegaskan Jokowi harus turun,” kata dia.

Diketahui, pemerintah pada hari ini menaikan harga BBM jenis Pertalite menjadi Rp10.000 per liter. Harga Solar yang semula Rp5.150 per liter naik menjadi Rp6.800 per liter. Sementara Pertamax ditetapkan sebesar Rp14.500 per liter dari sebelumnya Rp12.500 per liter.

Penulis : Rls

 Komentar

Berita Terbaru
Metro24 Oktober 2026 21:57
Fatmawati Rusdi: Sulsel Siap Jadi Simpul Produksi dan Distribusi Pangan Sulampua
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sulawesi Selatan memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra produksi sekali...
Metro24 Oktober 2026 17:52
Sulsel Fest 2026 Hadirkan 60 UMKM, Sediakan 40 Stan Gratis
12 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Festival Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan 2026 (Sulsel Fest) menghadirkan pel...
Metro24 Oktober 2026 16:46
Aliyah Mustika Ilham Resmikan Identitas Baru MOMTOMOMS, Dorong Perempuan Saling Menguatkan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengapresiasi peran komunitas pe...
Metro24 Oktober 2026 13:49
Pj Sekda Sulsel Buka Musda III Permabudhi, Perkuat Kerukunan dan Kepedulian Lingkungan
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, m...