Trotoar.id, Makassar — Gubernur resmi melantik Rosmini Pandin sebagai kepala dinas kesehatan provinsi Sulawesi Selatan di rumah jabatan Gubernur Jenderal Sudirman Makassar Rabu 21 September 2022.
Rosmini dilantik setelah lulus dalam seleksi lelang jabatan untuk posisi kepala dinas kesehatan, yang dilakukan pemerintah Provinsi yang dilakukan beberapa waktu yang lalu.
Namun untuk Kepala Inspektorat, Gubernur belum melantik dan mengambil sumpah pejabat yang lulus dalam seleksin lelang jabatan, Hingga hal itu menimbulkan tandatanya besar
Apakah dengan tidak ikut dilantik kepala Inspektorat dalam proses pelantikan sore tadi lantaran adanya dugaan intervensi dari pihak tertentu? Ssehingga pelantikan kepala inspektorat tidak dilakukan bersamaan dengan Pelantikan dan pengambilan sumpah kepala dians kesehatan oleh gubernur Sulsel.
Diketahui dari hasil seleksi yang dilakukan pemerintah provinsi ada tiga calon lolos hingga tahap akhir ketiganya yakni Andi Adeha Syamsuri, Rusham Haeruddin Haruna, dan Syarifuddin Kitta
Apalagi dalam waktu dekat masa jabatan Plt Inspektorat akan berakhir pada 27 September 2022, Sehingga jabatan definitif harus segera diisi untuk menghindari kekosongan jabatan pada lembaga pemeriksa internal tersebut
Kepala Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulsel, Imran Jauzi menjelaskan proses pendefinitifan kepala OPD merupakan hak prerogatif dari gubernur,sehingga pihaknya sebagai penyelenggara administrasi kepegawaian tinggal menunggu perintah
“Kami menunggu saja instruksi pimpinan , kalau sudah turun instruksi kita akan segera buat administrasinya, dan tidak benar jika ada intervensi dari pihak luar,”kata Imran JAuzi kepala BKD Provinsi Sulsel
Meski demikian dia mengatakan, jika ada beberapa model yang dapat dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala OPD, diantaranya dengan sistem model Job fit atau pergeseran, bisa menggunakan proses merit sistem, bisa menggunakan lelang jabatan jika terjadi kendala




Komentar