KPK

Penyidik KPK Periksa 9 Kontraktor di Makassar

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 04 November 2022 20:04

Gedung KPK, (Dok: istimewa)
Gedung KPK, (Dok: istimewa)

Trotoar.id, Makassar — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap atas auditor Badan pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyeret mantan sekretaris PUTR Edi Rahmat sebagai terdakwa 

Setelah kamis kemarin, Penyidik KPK memeriksa 12 orang empat diantaranya kontraktor dan dua Pimpinan DPRD Sulsel dan beberapa PNS, hari ini jumat 4 november penyidik KPK memeriksa 9 Kontraktor dan dua PNS 

Kesembilan kontraktor yang diperiksa penyidik KPK yakni 9 orang diantaranya berprofesi kontraktor masing-masing Yusuf Rombe Pasarrin, Agustinus Isak Indan, Ahmad Rauf Gani, Agung Dwi Setyawan Ifrayim, Haeruddin, Faisal Rahim, Khaidyr T, Samsuddin Yusuf dan Yuli Silalong.

Sementara 2 orang saksi lainnya yang berprofesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yakni Lina Dwi Astuti yang merupakan PNS Kantor BPK Perwakilan Provinsi Sulsel dan Andi Amalia, PNS pada Inspektorat Provinsi Sulsel.

“Para saksi tersebut diperiksa oleh Tim Penyidik KPK untuk tersangka Edy Rahmat (Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel). Mereka diperiksa di Kantor Satuan Brimob Polda Sulsel,” ucap Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri via pesan singkat whatsapp, Jumat (4/11/2022).

Baca Juga  Kejaksaan Agung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Diduga Atur Proyek Makan Bergizi Gratis

Sebelumnya, Penyidik KPK juga telah memeriksa beberapa orang saksi lainnya diantaranya Moh. Roem (mantan Ketua DPRD Sulsel), M. Jabir (Sekretaris DPRD Sulsel), Junaedi B (Plt Kepala BKAD Sulsel) Ketua DPRD Sulsel Andi Ina KArtika Sari, serta Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah asal Partai Demokrat. Wakil Ketua DPRD Sulsel yakni Darmawangsyah Muin asal Partai Gerindra. 

Kemudian Muzayyin Arif asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan beberapa kontraktor yakni Arfa Anwar, Petrus Yalim, Andi Sudirman alias Karaeng Kodeng, Kasbi Suriansyah serta beberapa Pegawai Sipil Negara (PNS) dan pensiunan lingkup Sulsel yakni Winarti, Darusman Idham, Ayub Ali, Dr. Fitri Zainuddin, Julita Rendi dan M. Gilang Permata, semuanya diperiksa untuk kelengkapan penyidikan terhadap tersangka, Edy Rahmat.

Kicauan Edy Rahmat jadi Pembuka Skandal Suap

Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) Kadir Wokanubun sebelumnya mendorong Tim Penyidik KPK meminta pertanggungjawaban hukum kepada para kontraktor yang disebut-sebut memfasilitasi uang guna memuluskan aksi dugaan penyuapan terhadap 4 oknum auditor BPK yang kini telah berstatus tersangka.

Baca Juga  Sering Jual Nama KPK, Pansus Hak Angket "Lapor" NA ke KPK

Di mana kata Kadir, dalam persidangan perkara suap yang menjerat mantan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan anak buahnya bernama Edy Rachmat yang merupakan mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel sebelumnya, telah terungkap peran para kontraktor yang seharusnya ikut dibawa dalam penyidikan kasus yang ada.

Diantaranya, ada beberapa nama kontraktor ternama yang disebut-sebut ikut menyetorkan sejumlah uang kepada mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Edy Rachmat yang selanjutnya uang tersebut diberikan kepada oknum auditor BPK, Gilang Gumilar dengan tujuan untuk mengamankan jika nantinya ada temuan dalam pelaksanaan pekerjaan infrastruktur di lingkup Pemprov Sulsel terkhusus Dinas PUTR Sulsel kala itu.

Dikutip dari kedai berita, menyebutkan Edy Rahmat pada saat persidangan pada 13 Oktober 2021 di Pengadilan Tipikor Makassar, Edy menyebutkan dari tangannya diamankan uang sebesar Rp300 juta lebih juga turut disita oleh KPK saat itu juga. 

Uang tersebut merupakan fee 10 persen dari total dana Rp3 miliar lebih yang dikumpul Edy dari sejumlah kontraktor, masing-masing Jhon Tidore, Petrus, H. Momo, Andi Kemal, Yusuf Rombe, Robert, Hendrik, Lukito, Tyo, Rudi Moha dan Karaeng Konde.

Baca Juga  2018 Belasan Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, ini dia Orangnya

Edy merinci jika uang yang diterimanya nilainya bervariasi, seperti uang yang diterimanya dari Jhon Tidore senilai Rp 525 juta, Petrus Yalim Rp 445 juta, H. Momo Rp250 juta, Andi Kemal Rp479 juta, Yusuf Rombe Rp525 juta, Robert Rp58 juta, Hendrik Rp 397 juta, lukito Rp24 juta, Rudi Moha Rp800 juta, 

Tyo kontraktor selayar CV Jampea serta ada juga dari Karaeng Konde kontraktor asal Kabupaten Bantaeng. Di mana total pemberian dari kontraktor yang diterima Edy tersebut senilai Rp3,241 miliar.

Adapun dari total uang yang dikumpulkan Edy itu, kemudian diberikan kepada oknum auditor BPK, Gilang Gumilar sebesar Rp2,817 miliar dan sisanya sebesar Rp 324 juta diambil oleh Edy.

Dalam kasus tersebut KPK Telah menetapkan lima orang tersangka, empat diantaranya mantan auditor BPK dan Edy Rahmat mantan sekretaris PUTR Provinsi Sulawesi Selatan

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Oktober 2026 17:23
Appi Ajak IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan, Pelajar Didorong Aktif Cegah Kenakalan Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka ruang kolaborasi bagi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk terlibat langsun...
Metro31 Oktober 2026 17:18
Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Sulsel Perkuat Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
MAKASSAR, Trotoar.id — Membangun pendidikan berkualitas sejak usia dini membutuhkan pendekatan yang tepat. Anak tidak boleh dibebani tuntutan akadem...
Metro31 Oktober 2026 16:34
Appi Bidik Makassar Jadi Pusat Medical Tourism Indonesia Timur, Ajak Dokter dan Akademisi Berkolaborasi
MAKASSAR, Trotoar.id — Makassar memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus destinasi medical tourism...
Metro31 Oktober 2026 16:31
HUT ke-78 GPIB Immanuel, Appi Ajak Jemaat Jadi Mitra Pemerintah Jaga Kerukunan Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjaga keharmonisan dan kedamaian Kota Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Peran kom...