HMI Cagora

HMI Tantang Polda Sulsel Tangkap Pelaku Tambang Liar di DAS Jeneberang

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Selasa, 09 Mei 2023 23:23

HMI Tantang Polda Sulsel Tangkap Pelaku Tambang Liar di DAS Jeneberang

Trotoar.id, Gowa – Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Cabang Gowa Raya mendesak Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso untuk menutup tambang liar di daerah aliran sungai (DAS) Jeneberang.

Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda HMI Gowa Raya, Muh. Fajar, mengatakan, aktivitas penambangan di Kabupaten Gowa semakin massif namun tidak terpilah dengan baik mana yang legal dan ilegal.

Hal itu menurutnya disebabkan minimnya penerbitan maupun penegakan Hukum di wilayah DAS Jeneberang sehingga menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Hampir di sepanjang bantaran Sungai Jeneberang terjadi aktivitas penambangan namun sampai pada hari ini aparat penegak Hukum dalam hal Ini Polda Sulsel, Gakkum dan pihak lainnya nampaknya tidak mampu untuk mengatasi persoalan tersebut,” kata Fajar kepada wartawan di Gowa, Selasa, 9 Mei 2023.

Fajar menjelaskan, maraknya tambang liar di DAS Jeneberang khususnya di Kabupaten Gowa, mengakibatkan kerusakan lingkungan yang turut berdampak pada sektor pertanian warga.

Dia memberi contoh, bagaimana aktivitas tambang diduga ilegal oleh CV Jarong Karya Mineral mengakibatkan kerusakan lingkungan dan merusak jalan penghubung Antar warga.

“Baru-baru ini akses jalan penghubung antara Kecamatan Parangloe dan Manuju terputus akibat dari ulah penambang liar tersebut,” jelas Fajar yang juga Ketua DPK KNPI Manuju Gowa.

*Penyalahgunaan IUP*

Selain itu, HMI Gowa Raya juga menyoroti Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dikeluarkan pemerintah. Beberapa IUP ditemukan tidak sesuai titik koordinat atau lokasi tambang di DAS Jeneberang.

Akibatnya, terjadi penyalahgunaan izin beberapa perusahaan. HMI Gowa Raya menduga PT Catur Sakti Perkasa turut menyalahgunakan IUP pada tambang di Kelurahan Lanna.

“Kami berharap Kapolda Sulsel yang baru baru saja dilantik tidak diam melihat permasalahan yang terjadi di DAS Sungai Jeneberang dan segera menindaki pelaku yang terlibat didalamnya,” tegas Fajar.

Menurut Fajar, keluhan dan aduan masyarakat bukan kali ini terjadi. Dia mengeklaim tiap bulannya masyarakat mengeluh. 

“Tapi tidak ada tindak lanjut maupun upaya tertentu untuk membenahi persoalan tersebut dari pihak terkait,” katanya.

Fajar menegaskan HMI Gowa Raya berkomitmen menyuarakan permasalahan-permasalahan yang terjadi di DAS Jeneberang sampai adanya upaya penegakan hukum.

“Karena kami melihat ada kejanggalan. Setiap aparat hukum ke lapangan, aktivitas penambangan kosong. Selepas aparat pulang, penambangan kembali massif,” kata Fajar.

“Dan yang menjadi pertanyaan Besar apa sumbangsih pertambangan di das Sungai Jeneberang untuk pembangunan di Kabupaten Gowa?” pungkas Fajar.

Penulis : Fajar

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen25 Juli 2026 16:00
Di Tamamaung, Hamzah Hamid Bahas Polemik SPMB SMA/SMK, Warga Keluhkan Sulitnya Masuk Sekolah Negeri
MAKASSAR, Trotoar.id – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hamzah Hamid, menggelar Reses Masa Persidang...
Parlemen25 Juli 2026 14:13
Hamzah Hamid Serap Aspirasi Warga Tamamaung, Reses Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi dengan Konstituen
MAKASSAR, Trotoar.id – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hamzah Hamid, menggelar kegiatan Reses Masa ...
Parlemen25 Juli 2026 13:58
Warga Pulau Saugi Ke Sofyan Syam : Nakes dan Guru PAUD Butuh Perhatian Pemprov Sulsel
Pangkep, Trotoar.id – Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sofyan Syam, melaksanakan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/20...
Daerah25 Juli 2026 12:38
Ground Breaking Tanggul Sungai Rongkong, Gubernur Sulsel Kebut Penanganan Banjir di Luwu Utara
LUWU UTARA, Trotoar.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat upaya mitigasi bencana melalui pembangunan infrastruktur pengendali b...