Categories: Daerah

Serius Tangani Stunting, Camat Tanalili Andi Suryanti Lakukan Ini

Pemda Luwu Utara

Trotoar.id, Luwu Utara — Camat Tanalili, Andi Suryanti, mengaku serius dalam penanganan stunting di wilayah kerjanya di Kecamatan Tanalili.

Camat perempuan pertama di Kecamatan Tanalili ini tak main-main dalam melakukan terobosan dalam rangka mempercepat penurunan stunting.

Salah satu terobosan dia adalah memerintahkan semua kepala desa untuk menghapus semua jenis bantuan yang diterima masyarakat penerima bantuan yang tidak memegang komitmen terhadap percepatan penurunan stunting, khususnya dalam capaian cakupan posyandu.

“Kami di 10 desa di Kecamatan Tanalili sangat serius menangani masalah stunting dan kami selalu berusaha untuk bagaimana caranya menurunkan angka stunting di Kecamatan Tanalili,” ucap Camat Andi Suryani baru-baru ini di Tanalili, dalam sebuah wawancara eksklusif.

Suryanti mengatakan, salah satu penentu percepatan penurunan stunting adalah bagaimana masyarakat secara aktif membawa dan memeriksa anaknya ke pos pelayanan terpadu (posyandu). Sebab menurut dia, posyandu adalah garda terdepan pencegahan stunting.

“Ketika ada pasien tiga bulan berturut-turut tidak datang ke posyandu, maka otomatis kami menyarankan kepada kades untuk menghapus namanya di dalam penerima bantuan. Bantuan apa saja, termasuk PKH, BLT, dan bantuan lainnya. Inilah komitmen kami,” tegas dia.

Kebijakan ini, kata dia, sudah disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat agar terus berkomitmen terhadap percepatan penurunan stunting.

“Kami sudah sosialisasikan kepada masyarakat dan pemerintah desa atas kebijakan yang kita ambil ini,” terang Suryanti.

“Alhamdulillah, masyarakat siap menerima apa yang kami lakukan ini,” ucapnya menambahkan.

Masih Suryanti, pihaknya juga terus membangun komunikasi, koordinasi, sinergi dan kolaborasi, termasuk dengan Tim Penggerak PPK mulai tingkat kabupaten sampai di tingkat desa.

“Kita ketahui ada 10 program PKK yang selalu dilakukan. Bahkan 10 program PKK ini dibuatkan papan bicara di jalan-jalan poros. Nah, kami di Tanalili menambahkan tiga menjadi 13 poin, yaitu stop stunting, cegah nikah dini, dan senyummu adalah bahagiaku,” tandasnya.

ANTI CIBOL

Share
Published by
ANTI CIBOL

BERITA TERKAIT

Bulukumba Berkurban 1.936 Ekor, Sapi Bantuan Presiden Tembus 914 Kg

BULUKUMBA, TROTOAR ID — Kabupaten Bulukumba mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul…

1 jam ago

Shalat Idul Adha Dipusatkan di Kantor Bupati dan Gedung Ammatoa

BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di…

2 jam ago

Golkar Sulsel Tebar 6 Sapi Kurban, Diingatkan Tak Sekadar Seremonial

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum…

2 jam ago

Tebar 45 Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari…

3 jam ago

Wali Kota Makassar Soroti Polemik Paskibraka 2026, Minta Seleksi Transparan dan Objektif

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait polemik seleksi calon Pasukan…

3 jam ago

Menjaga Momentum “Macan Ekonomi” Sulsel: Di Balik Gerakan “Ngibar” Sensus Ekonomi Sidrap

SIDRAP, TROTOAR.ID — Suasana Ruang Rapat Pimpinan Lantai 3 Kantor Bupati Sidenreng Rappang, Senin pagi,…

6 jam ago

This website uses cookies.