Categories: Daerah

Resmikan Rumah Adat Pohoneang Seko, IDP: Jadi Simbol Pemersatu

Pemda Lutra

Trotoar.id, Luwu Utara — Rumah Adat Pohoneang di Dusun Longa Desa Embonatana Kecamatan Seko diresmikan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Senin (2/9).

Rumah adat tersebut menjadi rumah adat ketiga yang diresmikan tahun ini setelah sebelumnya diresmikan Rumah Adat Kombong Pitu Masapi di Sepakat dan Tambi Ada Katongkona Woi Rampi di Kecamatan Rampi.

“Komitmen pemda dengan kelestarian adat budaya jangan diragukan lagi, karena Luwu Utara menjadi satu dari sedikit daerah yang menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pengakuan masyarakat adat,” kata Indah.

“Kenapa Perda ini penting karena dalam RPJMD memang disebutkan bagaimana kearifan lokal dapat kita jaga,” lanjut isteri dari Anggota DPR RI, Muhammad Fauzi ini.

Dengan hadirnya rumah adat tersebut, bupati yang karib disapa IDP berharap tidak hanya menjadi simbol tapi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat.

“Terlebih dari simbol yang tergambar di bagian atas rumah adat ini ada Saruhane yaitu lingkaran membentuk seperti kalung.
Lingkaran berwarna-warni ini menggambarkan keanekaragaman di tengah masyarakat. Ada yang besar, sedang ,sampai kecil menandakan struktur sosial,” ucap Indah.

“Tetapi semuanya diikat dalam satu simpul yang disebut salombengan/ persatuan. Termasuk persatuan di wilayah adat Pohoneang. Jadi mau diuji dengan pelbagai ujian badai kehidupan, masyarakat adat akan tetap bersatu karena sudah diikat dalam satu simpul. Untuk itu saya berharap rumah adat ini dijaga dan dimanfaatkan dengan baik,” terang bupati penerima Penghargaan Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat ini yang hadir didampingi Sekda Lutra, Armiadi Rasyid, Ketua DPRD, Basir, Inspektur Inspektorat, Muchtar Jaya, Kadishub, Enyon, dan Mantan Kadis PMD, Jasrum.

Sementara itu mewakili masyarakat, Kepala Desa Embonatana, Nirwan menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Luwu Utara untuk meresmikan rumah adat tersebut.

“Salah satu misi saya di desa ini adalah meningkatkan kearifan lokal, dan ibu bupati mewujudkan hal itu dengan hadirnya rumah adat yang menjadi simbol adat sekaligus tempat untuk bermusyawarah. Untuk itu kami ucapkan terima kasih ibu hadir meluangkan waktu di tengah jadwal dinas lainnya,” tutur Nirwan. (Rn)

ANTI CIBOL

Share
Published by
ANTI CIBOL

Recent Posts

Dari Daerah Persinggahan Menuju Destinasi Unggulan, Barru Perkuat Kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata

JAKARTA,TROTOAR.ID — Tekad Pemerintah Kabupaten Barru untuk bertransformasi dari sekadar daerah persinggahan menjadi destinasi wisata…

11 jam ago

Ikuti MTQ VIII Tingkat Provinsi, Korpri Bulukumba Optimistis Mampu Bersaing

BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Bulukumba menegaskan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus membina Aparatur…

12 jam ago

Pansus Pajak Daerah Bahas Soal Kenaikan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB)

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Lanjutan Ekspose terkait…

12 jam ago

Uni Eropa Lirik Makassar, Appi Perkuat Jejaring Global dan Buka Peluang Investasi Indonesia Timur

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan resmi Antoine Ripoll, Minister Counsellor…

13 jam ago

Perkuat Kelembagaan Pengawasan, Pemkab Selayar Hibahkan Tanah dan Gedung untuk Bawaslu

SELAYAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar memperkuat dukungan terhadap kelembagaan pengawas pemilu dengan menyerahkan…

13 jam ago

Gas LPG 3 Kg Langka dan Mahal, DP2KUKM Luwu Utara Turun Tangan Gelar Sidak Intensif

Luwu Utara, Trotoar.id – Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DP2KUKM) Kabupaten Luwu Utara bergerak…

14 jam ago