Dalam upaya meningkatkan produksi sapi dan mendukung peternakan lokal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, di bawah kepemimpinan Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin, secara aktif mempromosikan dan mendukung program inseminasi buatan.
Trotoar.id, Bone – Dalam upaya meningkatkan produksi sapi dan mendukung peternakan lokal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, di bawah kepemimpinan Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin, secara aktif mempromosikan dan mendukung program inseminasi buatan.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas ternak sapi di wilayah Sulawesi Selatan.
Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin menyatakan dukungannya saat mengunjungi peternakan yang telah menerapkan inseminasi buatan di Kabupaten Bone. Dalam kunjungan tersebut, Pj Gubernur tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga menyumbangkan bantuan berupa obat cacing cair, disinfektan, imbuhan pakan, dan multivitamin untuk mendukung kesehatan ternak.
“Inseminasi buatan sebagai teknik reproduksi yang lebih efisien dan dapat meningkatkan kualitas serta produktivitas ternak sapi. Melalui inseminasi buatan, kita dapat memilih bibit terbaik untuk pembiakan tanpa harus bergantung pada perkawinan konvensional,” jelas Bahtiar Baharuddin.
Pemprov Sulsel berharap bahwa melalui program ini, jumlah populasi sapi yang mencapai 1,4 juta ekor di Sulsel dapat berkualitas lebih baik. Ini akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan industri peternakan dan ekonomi daerah secara keseluruhan.
Saat kunjungan tersebut, pemilik peternakan, Sudirman, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan Pj Gubernur. Ia juga memaparkan bahwa di peternakannya telah berhasil menghasilkan 26 ekor sapi melalui inseminasi buatan.
Sebagai tanggapan terhadap kebutuhan petani terkait pakan ternak, La Melle menyampaikan kendala yang dihadapi, terutama pada musim kemarau. Dalam konteks ini, ia menyambut baik pengembangan pisang cavendish sebagai alternatif pakan ternak. Limbah dari tanaman pisang cavendish dianggap dapat menjadi solusi yang efisien dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Kesmavet dan Keswan DPKH Bone, drh Agusriady M Anim, membenarkan bahwa penggunaan limbah pisang sebagai pakan ternak dapat menjadi alternatif yang baik. Ia menegaskan bahwa optimalisasi inseminasi buatan dan penggunaan limbah pertanian seperti batang pisang untuk pakan ternak merupakan langkah positif dalam meningkatkan kesejahteraan peternak dan ketahanan pangan di Kabupaten Bone.
Selain itu, Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Bone atas kerjasama dan dukungan dalam pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta menjadi kabupaten dengan Capaian Vaksinasi Terbaik Pertama di Sulsel pada tahun 2023. Inseminasi Buatan di Bone pada tahun yang sama mencapai 24.299 ekor sapi. (*)
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di…
SIDRAP, Trotoar.id — Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Baranti menggelar Musyawarah Ranting (Musran) Tahun 2026…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif berbagai event berskala nasional maupun…
SIDRAP, Trotoar.id — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara wisuda…
MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan pengakuan di level nasional.…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali…
This website uses cookies.