Trotoar.id, Makassar – Majelis Nasional (MN) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bekerja sama dengan Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sulsel mengadakan nonton bareng (nobar) film “Lafran” di CGV Mall Panakukang, Makassar, pada Minggu (2/6/2024).
Makassar menjadi kota ketujuh dari target 35 kota yang akan menggelar nobar sebelum peluncuran serentak di bioskop pada 20 Juni mendatang.
“Kami menargetkan 1.000 tiket terjual di setiap kota sebelum peluncuran resmi. Di Makassar, tiket yang terjual mencapai lebih dari 1.000, sehingga total hingga saat ini sudah ada 9.700 penonton,” ujar Presidium MN KAHMI Ahmad Doli Kurnia dalam sambutannya sebelum pemutaran film.
Ketua Komisi II DPR RI itu menambahkan, proses pengerjaan film yang mengisahkan pendiri HMI, Lafran Pane, memakan waktu hingga 7 tahun dan melibatkan empat generasi di HMI.
“Banyak yang terkejut mengapa prosesnya begitu lama. Namun, hal ini menunjukkan bahwa HMI adalah organisasi kader yang melibatkan empat generasi,” jelas Doli.
Film “Lafran“, lanjut Doli, saat ini masih menjadi milik KAHMI sebelum dirilis untuk umum pada 20 Juni. Setelah pemutaran di bioskop, film ini akan tersedia di platform film seperti Netflix, dan kemudian dibagikan ke seluruh badko dan cabang HMI.
“Sebelum basic training (bastra), para mahasiswa akan menonton film ini terlebih dahulu untuk mengetahui proses lahirnya HMI,” jelas politisi Golkar tersebut.
Presidium MW KAHMI Sulsel, Muhammad Fauzi, mengatakan bahwa antusiasme keluarga besar HMI di Sulsel sangat besar dalam menyambut film “Lafran”. Banyak yang tidak kebagian tiket.
“Panitia mencetak 1.068 tiket yang diputar di empat studio masing-masing dua kali, total delapan pemutaran. Namun, masih banyak yang tidak kebagian. Kami bersyukur kader HMI di Sulsel menyambut baik film ini,” katanya.
Pemutaran perdana ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk dari Kemenpora, Pemprov Sulsel, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, dan sejumlah kader HMI di Sulsel.




Komentar