Pemprov Sulsel

Menteri PPA Apresiasi Inisiatif Perlindungan Anak di Desa Temmappadu Maros

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Minggu, 28 Juli 2024 13:22

Menteri PPA Apresiasi  Inisiatif Perlindungan Anak di Desa Temmappadu Maros

Trotoar.id, Maros – Setelah menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Sulsel di Lapangan Upacara Rumah Jabatan Gubernur pada Minggu, 28 Juli 2024, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Bintang Puspayoga, melanjutkan kunjungannya ke Kabupaten Maros.

Dalam kesempatan ini, beliau didampingi oleh Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel dan Bunda Forum Anak Sulsel, Ninuk Triyanti Zudan.

Dalam kunjungan ke Desa Temmappadue, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Menteri Puspayoga disambut oleh Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari, Kepala Desa Temmappadue, Aminuddin Hayadi, serta anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Kabupaten Maros dan Sulsel.

Baca Juga  Wali Kota Makassar Tinjau Lokasi Kebakaran Tallo, Pastikan Korban Dapat Bantuan dan Hunian Layak

Kepala Desa Temmappadue, Aminuddin Hayadi, melaporkan berbagai langkah yang diambil untuk melindungi anak-anak dari perundungan dan bahaya media sosial.

Desa ini telah membentuk Forum Anak Terpadu Berbasis Masyarakat dan menerbitkan Peraturan Desa yang melarang pernikahan anak dengan sanksi sosial bagi pelanggar.

“Kami memiliki peraturan desa yang melarang pernikahan anak dengan sanksi sosial, yaitu perangkat desa tidak akan menghadiri acara pernikahan yang melibatkan anak,” jelas Aminuddin.

Di kantor desa, Temmappadue juga telah menyiapkan ruangan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) serta Sekretariat Forum Anak Desa.

Baca Juga  Pj Gubernur Sulsel Tinjau Lokasi Banjir di Soppeng, Salurkan Bantuan untuk Korban

UNICEF turut berperan dalam mendukung inisiatif desa untuk menjadi desa ramah perempuan dan layak anak.

Menteri Bintang Puspayoga mengapresiasi berbagai program yang telah diimplementasikan oleh Pemerintah Desa Temmappadue.

Kementerian PPA, bekerja sama dengan Kementerian Desa dan PDT, telah mengembangkan model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak sejak tahun 2021.

“Kami mengapresiasi upaya pemerintah desa ini. Ada 10 indikator yang harus dipenuhi untuk menjadikan sebuah desa sebagai desa ramah perempuan dan peduli anak, termasuk mendengarkan partisipasi dan suara anak di tingkat desa,” ungkap Puspayoga.

Baca Juga  Andi Sudirman Lepas Sulsel Anti Mager, Warga Bantaeng Sahut : Gubernur Andalan

Beliau berharap agar perempuan dan anak tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan tetapi juga berperan aktif dalam kemajuan.

Menteri Puspayoga menekankan dampak kompleks dari pernikahan anak, yang mencakup pendidikan, kesehatan, serta angka kematian ibu dan anak serta stunting.

“Kami mendorong semua pihak untuk berkomitmen dalam mencegah pernikahan anak, termasuk tokoh agama dan adat. Penerapan sanksi sosial terhadap pelanggar pernikahan anak terbukti efektif,” tambahnya.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Politik22 Oktober 2026 22:10
Peringati HUT ke-62, Golkar Sulsel Gelar Donor Darah di Pesta Rakyat, Targetkan 100 Kantong
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Memeriahkan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, DPD I...
Daerah22 Oktober 2026 16:51
Viral Bayi Nakla, Pemkab Bulukumba Pastikan Perhatian dan Pendampingan bagi Keluarga
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO BULUKUMBA, Trotoar.id — Kondisi bayi Nakla yang tengah menjalani perawatan medis setelah mengalami sak...
Metro28 Juli 2024 13:22
Menteri PPA Apresiasi Inisiatif Perlindungan Anak di Desa Temmappadu Maros
MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya Pemerintah Kota Makassar memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan berbuah penghargaan. Kota Makassar ...
Politik22 Oktober 2026 12:37
AMPI Sulsel Rekomendasikan Andi Nurhaldin NH Maju sebagai Ketua Golkar Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Dinamika menuju pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mengemu...