Makassar, Trotoar.id – Ketua Yayasan Arifah, Ilham Ari Fauzi Amir Uskara, yang dikenal dengan sapaan Daeng Tayang, kembali dipercaya menjadi khatib Jumat di Masjid Anshar, Jalan Somba Opu, Kecamatan Ujungpandang, Jumat (18/10/2024).
Dalam kesempatan itu, Daeng Tayang mengangkat topik yang relevan dengan fenomena sosial saat ini, yakni bahaya judi online yang semakin merebak di berbagai kalangan masyarakat.
Sebagai pimpinan sekolah Islam yang berlokasi di Kabupaten Gowa, Daeng Tayang memaparkan dampak negatif dari judi online tidak hanya dari sudut pandang agama, tetapi juga dari segi moral, sosial, dan ekonomi.
Ia menekankan bahwa judi, termasuk judi online, adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam karena sifatnya yang merusak mental dan spiritual seseorang.
“Judi, termasuk judi online, hanya akan melahirkan sifat tamak dan menggantungkan hidup pada keberuntungan semata. Ini sangat bertentangan dengan prinsip Islam yang menganjurkan umatnya untuk berikhtiar dengan usaha yang halal,” tegas Daeng Tayang dalam ceramahnya.
Ia juga menyoroti bagaimana judi online kini menjangkau semua lapisan masyarakat, mulai dari kalangan awam, terpelajar, hingga para pejabat.
Fenomena ini dianggap semakin mengkhawatirkan karena nominal transaksi dalam judi online sering kali mencapai jumlah yang fantastis.
“Judi online sudah merasuki berbagai kalangan. Ini adalah fenomena yang harus kita sikapi dengan serius karena dampaknya sangat merusak, baik bagi individu maupun keluarga,” lanjutnya.
Daeng Tayang kemudian menguraikan dampak sosial dari judi online, di mana kecanduan judi sering kali memicu masalah serius dalam keluarga, seperti pertengkaran, perceraian, hingga kemiskinan.
Banyak kasus di mana pelaku judi online terlilit utang besar, kehilangan harta benda, bahkan menghancurkan rumah tangganya.
“Judi online tidak hanya menghancurkan kehidupan pribadi seseorang, tetapi juga memicu kehancuran keluarga dan masyarakat. Kita harus waspada terhadap bahaya ini,” tambahnya.
Selain memberikan peringatan, Daeng Tayang juga mengajak para jamaah, khususnya para orang tua, untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka di dunia maya.
Ia menekankan pentingnya mengedukasi generasi muda tentang bahaya judi online, mengingat mereka adalah salah satu target utama praktik perjudian ini.
Menutup khotbahnya, Daeng Tayang mengajak seluruh jamaah untuk menjauhi segala bentuk perjudian dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.
Ia menekankan pentingnya memperkuat keimanan dan ketakwaan sebagai benteng dari segala bentuk godaan.
“Marilah kita semua berusaha mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhi hal-hal yang dilarang oleh-Nya, termasuk judi online. Semoga kita senantiasa dilindungi dari perbuatan yang merusak,” tutupnya.
Dengan khotbah yang menekankan bahaya nyata dari judi online, Daeng Tayang berharap masyarakat lebih waspada dan mampu menjauhkan diri dari praktik perjudian yang dapat merusak masa depan mereka dan keluarga.
SIDRAP, Trotoar.id — Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Baranti menggelar Musyawarah Ranting (Musran) Tahun 2026…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif berbagai event berskala nasional maupun…
SIDRAP, Trotoar.id — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara wisuda…
MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan pengakuan di level nasional.…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali…
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Panitia Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas),…
This website uses cookies.