Makassar, Trotoar.id – Pasangan calon nomor urut dua, Ilham Azikin dan Nurkanita M. Kahfi, dinilai unggul dalam debat pertama Pilkada Makassar 2024 yang berlangsung pada 26 Oktober 2024 di Novotel Makassar.
Beberapa pengamat politik melihat dominasi pasangan ini dalam penguasaan materi dan pengalaman, yang membuat mereka tampil lebih percaya diri.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Attock Suharto, menilai Ilham-Kanita menunjukkan penguasaan panggung yang dominan, terutama pada sesi keempat, di mana para kandidat saling bertanya dan menjawab.
“Ilham tampil lebih unggul dalam debat ini berkat pengalaman dan kematangan organisasi yang sudah lama dia miliki,” ujar Attock.
Pada sesi tanya-jawab, Ilham Azikin membuka pertanyaan dengan isu strategis, yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan menanyakan rencana kebijakan untuk meningkatkan IPM masyarakat.
Pertanyaan ini dijawab oleh kandidat M. Fathul Fauzi, yang mengaitkan IPM dengan faktor ekonomi dan peningkatan sumber pendapatan masyarakat.
Namun, Ilham memberikan respons yang lebih mendalam dengan menekankan tiga faktor utama dalam peningkatan IPM, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
“Ketiga aspek ini adalah fondasi untuk meningkatkan IPM secara efektif,” kata Ilham, menunjukkan pemahamannya yang kuat terkait tata kelola pemerintahan berbasis data.
Fathul Fauzi kemudian menanyakan perihal angka putus sekolah di pelosok desa, yang dijawab Ilham dengan menegaskan pentingnya berbasis data dalam pengambilan kebijakan.
“Kebijakan yang baik harus berbasis data, bukan sekadar fenomena. Jika hanya berdasarkan fenomena, kebijakan akan menjadi subjektif dan berisiko tidak berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” jelas Ilham.
Attock Suharto menilai bahwa penguasaan Ilham terhadap isu-isu pemerintahan membuatnya unggul di debat ini.
“Pengalaman Ilham dalam birokrasi dan organisasi menjadikannya mampu berkomunikasi dengan jelas dan terstruktur, serta responsif terhadap kritik atau serangan dari lawan,” tambah Attock.
Dosen FISIP Universitas Hasanuddin, Rizal Pausi, juga menilai bahwa pasangan Ilham-Kanita tampil lebih unggul dalam debat ini, baik dalam performa maupun penguasaan materi.
Rizal, yang juga Direktur Lembaga Riset Public Policy Network, menyebut bahwa argumen berbasis data dan pemaparan capaian menunjukkan kemampuan Ilham dalam memimpin dengan pendekatan data dan fakta.
“Hal ini semakin memperkuat posisi Ilham-Kanita sebagai pasangan yang siap memimpin berdasarkan data dan fakta,” ujarnya.
Debat yang diselenggarakan oleh KPU Bantaeng ini berhasil menarik perhatian publik dan menjadi penilaian penting terhadap kompetensi serta kesiapan para kandidat dalam memimpin Makassar ke depan.
Dengan penguasaan materi yang kuat, pasangan Ilham-Kanita dinilai mampu memberikan gambaran jelas tentang visi mereka untuk masa depan Makassar. (*)




Komentar