Makassar, Trotoar.id – Realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan tren positif pada Triwulan III tahun 2024.
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Selatan, Asrul Sani, total investasi yang tercatat mencapai Rp3,869 triliun.
Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp386 miliar dibandingkan Triwulan II yang hanya mencatat Rp3,483 triliun.
Investasi tersebut terbagi atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,408 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang lebih tinggi, yakni mencapai Rp2,461 triliun.
Serapan tenaga kerja pada perusahaan PMA dan PMDN mencapai total 5.292 orang, terdiri dari 5.274 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 18 Tenaga Kerja Asing (TKA), menunjukkan kontribusi yang besar terhadap perekonomian lokal.
Pertambangan mencatatkan realisasi tertinggi dengan nilai investasi mencapai Rp1,106 triliun.
Sektor lain yang juga memiliki kontribusi besar adalah sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran yang mencapai Rp623 miliar, diikuti oleh sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp602 miliar, serta sektor perdagangan dan reparasi dengan investasi senilai Rp465 miliar.
Di bidang industri makanan, tercatat nilai investasi sebesar Rp364 miliar.
Kota Makassar memimpin kontribusi realisasi investasi daerah di Sulawesi Selatan pada Triwulan III dengan nilai mencapai Rp864 miliar.
Kabupaten Luwu Timur berada di posisi kedua dengan kontribusi Rp793 miliar, diikuti oleh Kabupaten Gowa (Rp428 miliar), Kabupaten Jeneponto (Rp301 miliar), dan Kabupaten Takalar dengan realisasi investasi senilai Rp300 miliar.
Lima besar negara dengan nilai investasi tertinggi di Sulawesi Selatan pada periode ini dipimpin oleh Kanada dengan total Rp632 miliar.
Disusul oleh Australia dengan Rp305 miliar, China sebesar Rp254 miliar, Singapura Rp130 miliar, dan Malaysia Rp34 miliar.
Beberapa perusahaan besar yang menjadi motor investasi antara lain PT Vale Indonesia dengan nilai investasi Rp632 miliar, diikuti oleh PT Kawasan Industri Tiran (Rp279 miliar) dan PT Energi Paramitha Nusantara (Rp274 miliar).
Asrul Sani menegaskan bahwa DPMPTSP Sulawesi Selatan terus berupaya meningkatkan iklim investasi di provinsi ini dengan berbagai inisiatif yang ramah investor.
Hal ini sejalan dengan arahan Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, yang menekankan pentingnya menciptakan iklim bisnis yang kondusif dan berkelanjutan.
“Kami terus berkomitmen untuk menciptakan kemudahan bagi para investor, baik asing maupun dalam negeri, dengan tujuan meningkatkan kontribusi investasi terhadap pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat,” ungkap Asrul Sani.
Dengan realisasi investasi yang terus meningkat, Sulawesi Selatan menunjukkan potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
JAKARTA, TROTOAR.ID – Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Paritrana…
SIDRAP, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggencarkan upaya pencegahan stunting melalui edukasi…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf melantik sebanyak 55 anggota Badan Permusyawaratan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menerima audiensi jajaran Brighton Property…
SIDRAP, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi sehat…
MAKASSAR, Trotoar.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman mendorong Pemerintah Kabupaten Luwu untuk…
This website uses cookies.