Makassar, Trotoar.id – Program-program unggulan Andi Sudirman Sulaiman di sektor pertanian Sulawesi Selatan mendapat apresiasi tinggi karena dinilai mendukung visi swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Melalui berbagai inisiatif strategis, Andi Sudirman berhasil meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat peran Sulsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Pengamat pertanian Abdul Haris Bahrun mengungkapkan bahwa sejumlah program yang dijalankan Andi Sudirman saat menjabat sebagai Gubernur Sulsel memberikan dampak signifikan pada peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
“Program Mandiri Benih yang dikembangkan Pak Andi Sudirman, dengan fokus pada penyediaan benih padi unggul bersertifikat, telah berhasil meningkatkan produksi padi di Sulsel. Ini sekaligus mengukuhkan peran Sulsel sebagai lumbung pangan nasional,” ujarnya.
Selain memperkuat perbenihan, Andi Sudirman juga mengutamakan pembangunan infrastruktur pertanian. Di antaranya, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan pompa air, bendungan, dan embung.
“Upaya ini berhasil meningkatkan indeks pertanaman padi dari IP 100 menjadi IP 200, bahkan hingga IP 300 di beberapa daerah. Dampaknya juga terlihat pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang naik dari 100,39% pada 2022 menjadi 107,91% pada 2023,” tambahnya.
Dalam upaya memperkuat daya saing dan ketahanan pertanian, Andi Sudirman turut melakukan “rekayasa sosial” di kalangan petani Sulsel.
Program ini melibatkan pelatihan dan pemberdayaan generasi muda dan perempuan tani, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta merubah pola pikir petani agar lebih modern dan berdaya saing.
“Dengan penggunaan teknologi informasi dan alat pertanian modern, petani Sulsel kini memiliki daya saing yang lebih tinggi serta akses pasar yang lebih luas,” jelas Abdul Haris.
Program pertanian modern Andi Sudirman juga berfokus pada peningkatan kapasitas para pelaku pertanian di lapangan.
Pemerintah Provinsi Sulsel melakukan pelatihan bagi petani penangkar benih, pengawas benih tanaman (PBT), dan pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), serta penyuluh lapangan.
Langkah ini dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas hasil pertanian mulai dari penanaman hingga panen.
Selain itu, kebijakan Andi Sudirman dalam menyediakan alat mesin pertanian (alsintan) seperti traktor, rice transplanter, dan combine harvester kepada kelompok tani telah membantu mempercepat proses produksi dan menekan potensi kehilangan hasil panen.
Abdul Haris menambahkan bahwa jika program-program ini dapat dilanjutkan oleh Andi Sudirman di periode berikutnya, Sulsel berpotensi menjadi pelopor swasembada pangan yang sejalan dengan visi Prabowo Subianto.
“Program pertanian yang digagas Pak Andi Sudirman ini sangat relevan dengan cita-cita swasembada pangan Presiden Prabowo,” pungkasnya.
Tak hanya di bidang tanaman pangan, Andi Sudirman juga memberikan perhatian besar pada sektor hortikultura di Sulsel. Ia mendukung peningkatan produksi tanaman kakao, kopi, lada, dan cengkeh, serta buah-buahan dengan pemberian bibit dan pupuk.
Selain itu, upaya untuk mendorong Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan pertanian keluarga juga menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Komisi D DPRD Sulawesi Selatan mendorong percepatan penyelesaian sengketa kerja sama pembangunan…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, melakukan kunjungan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di…
LUWU, TROTOAR.ID — Bupati Luwu, H. Patahudding, memimpin Apel Bersama Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH)…
LUWU UTARA, TROTOAR.ID — Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab)…
BARRU, TROTOAR.ID — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menyambut baik rencana pelaksanaan Senam Lansia…
This website uses cookies.