Pemprov Sulsel

BPBD Sulsel Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan Melalui Penyusunan Dokumen Strategis

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 28 November 2024 11:31

BPBD Sulsel Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan Melalui Penyusunan Dokumen Strategis

Makassar, Trotoar.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melaksanakan Diskusi Publik dan Lokakarya Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) Bencana Kekeringan 2024-2027.

Kegiatan ini berlangsung di Command Center, Kantor Gubernur Sulsel, pada Kamis, 28 November 2024, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya sistematis BPBD Sulsel dalam menghadapi potensi kekeringan yang terus meningkat.

Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Amson Padolo, menekankan pentingnya dokumen renkon sebagai landasan operasional dalam penanganan kondisi darurat bencana kekeringan.

“Dokumen ini menjadi pedoman strategis yang memungkinkan pelaksanaan penanggulangan bencana dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi, sesuai aturan yang berlaku. Hal ini krusial, mengingat Sulawesi Selatan memiliki potensi bencana yang besar dan beragam,” jelas Amson.

Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2023 yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sulsel masuk kategori risiko tinggi dengan skor 144,47.

Ancaman bencana di wilayah ini meliputi gempa bumi, banjir, longsor, kebakaran hutan, kekeringan, hingga gelombang ekstrim dan abrasi.

Amson menambahkan bahwa dokumen renkon yang disusun bersama para pemangku kepentingan akan menjadi acuan dalam mobilisasi sumber daya, logistik, dan peralatan saat terjadi tanggap darurat.

“Dengan keterlibatan aktif seluruh unsur pentahelix kebencanaan, kami berharap dapat menghasilkan strategi yang efektif, baik secara teknis maupun non-teknis,” ujarnya.

Diskusi dan lokakarya ini juga melibatkan instansi terkait seperti BMKG Wilayah IV Makassar, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Bappelitbangda Sulsel, BKAD Sulsel, BNPB, serta akademisi dari Universitas Hasanuddin.

Amson berharap peserta dapat memberikan kontribusi maksimal dalam penyusunan dokumen yang akan memperkuat kesiapsiagaan daerah.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini merupakan lanjutan dari Focus Group Discussion (FGD) pada Mei 2024.

Melalui acara ini, BPBD Sulsel menargetkan terciptanya dokumen renkon yang tidak hanya menjadi panduan operasional, tetapi juga mencerminkan koordinasi lintas sektor yang solid.

“Partisipasi aktif peserta dalam berbagi ilmu, data, dan pengalaman sangat penting untuk memastikan dokumen ini menjadi acuan yang komprehensif dan aplikatif,” pungkas Amson.

Dengan adanya dokumen strategis ini, Sulsel diharapkan dapat lebih siap menghadapi ancaman kekeringan, sekaligus mengurangi dampak bencana terhadap masyarakat dan lingkungan di masa mendatang.

Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 Juli 2026 23:44
Ketua KONI Makassar Tegaskan Hibah Rp15 Miliar Sesuai Aturan, Jangan Kaitkan Wali Kota dengan Mekanisme Penganggaran
Makassar, Trotoar.id – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar, Ismail, menegaskan bahwa alokasi dana hibah sebesar Rp15 milia...
Politik18 Juli 2026 22:28
Musda XII Golkar Sulsel Tetapkan Ilham Arief Sirajuddin sebagai Ketua DPD I Periode 2026–2031
Makassar, Trotoar.id – Musyawarah Daerah (Musda) XII Partai Golkar Sulawesi Selatan resmi menetapkan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai Ketua Dewa...
Politik18 Juli 2026 21:45
Bahlil: Bicara Golkar, Sulsel Jadi Barometer Politik di KTI, Ketua Terpilih Jangan “Tidur” Lagi
Makassar, Trotoar.id — Bahlil menegaskan, Sulawesi Selatan memiliki posisi yang sangat strategis dalam peta politik Partai Golkar di kawasan Ind...
Metro18 Juli 2026 19:14
Buka Musda XI Golkar Sulsel, Bahlil Lahadalia Sebut IAS Sosok Tepat Pimpin Golkar Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan di...